December 2, 2014

Be A Entrepreneur

     Kata entrepreneur akhir-akhir ini semakin akrab di telinga kita. Banyak sekarang ini bermunculan entrepreneur-entrepreneur muda di Negara kita ini yang semuanya tidak terlepas dari timbulnya kesadaran dari masing-masing individu untuk berkarya, mengembangkan bakat, dan juga tidak sedikit pula karena desakan ekonomi dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan.
Tetapi jika dicermati, seperti yang diutarakan Bapak Dr.Ir. Ciputra, pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) dalam sebuah artikel yang dimuat pada bulan Oktober 2010 bahwa jiwa-jiwa kewirausahaan perlu diperbanyak dan dikembangkan karena akan memperkuat dan memecahkan masalah perekonomian dunia terutama bangsa kita ini.
Dengan tumbuhnya jiwa-jiwa kemandirian yang tidak tergantung terhadap orang lain akan menimbulkan sebuah pemikiran bahwa frasa kata “harus berkarya” atau kalimat  “harus berbuat sesuatu yang menghasilkan” akan menjadi sebuah spirit untuk mengembangkan sebuah idea atau karya yang menciptakan uang. Dan pada akhirnya nanti akan tercipta sebuah lapangan pekerjaan.
“Salah satu tolak ukur dari kemajuan suatu bangsa dilihat dari banyaknya entrepreneur (baca: Pengusaha) yang muncul.”
Memang kalau kita akui jika dibandingkan dengan Negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris dan Negara-negara di kawasan Timur tengah, Indonesia masih tergolong sedikit dalam mencetak para usahawan / pengusaha, masih di bawah 1% berarti masih sekitar 400.000 an pengusaha, bandingkan dengan Amerika Serikat yang sudah mencapai 13%. Data ini berdasarkan survey pada tahun 2010,  pada tahun 2014 ini sudah semakin bertambah seiring dengan semakin banyaknya para pengusaha baru di Negara kita ini.
“Jiwa Entrepreneur harus jeli melihat peluang usaha atau perkembangkan pasar lalu menciptakan ide dan karya.”
 Seperti Erick Tohir misalnya, yang saat ini sudah dikenal dunia dan masuk dalam jajaran salah satu milyarder dunia dengan memiliki beberapa club olahraga di Negara lain seperti Klub Sepakbola Inter Milan di Italy dan Klub sepakbola dan Basket di Amerika Serikat. Kuncinya adalah, beliau sangat jeli dalam melihat peluang usaha dan memanfaatkannya.
“Mental yang kuat, tekun, fokus, sabar dan creative faktor utama dalam menjalankan peranan sebagai entrepreneur”.
Banyak yang bercita-cita menjadi pengusaha, menjadi seorang entrepreneur. Namun untuk terjun dan bertahan sebagai usahawan tidak semudah yang di bayangkan. Karena banyak yang terjadi setelah mencoba menekuni dunia entrepreneur, mereka akhirnya ‘tumbang’ dan akhirnya meninggalkan profesi tersebut karena seperti yang dikatakan oleh Andry Salim seorang Entrepreneur, Internet Marketer dan Direktur Life Excellent Center dalam sebuah bukunya menyebutkan bahwa banyaknya orang yang gagal menjadi entrepreneur karena terlalu fokus terhadap hal-hal yang bersifat teknis karena ingin mendapatkan uang yang banyak secara cepat tetapi melupakan satu hal yaitu Mengasah Mental!. Dan juga tidak kalah pentingnya adalah pengetahuan tentang dunia entrepreneur itu sendiri, pada era tahun 1990 an pengetahuan atau ilmu-ilmu tentang entrepreneur masih sangat minim tetapi memasuki tahun 2000 sudah banyak bermunculan pelatihan-pelatihan, seminar-seminar mengenai ilmu & pengetahuan untuk menjadi seorang usahawan atau entrepreneur dan tentunya perkembangan dunia Internet yang semakin memudahkan orang untuk menimba ilmu, mencari informasi, dan lain-lain.
“Pertumbuhan internet semakin memudahkan orang untuk menjadi entrepreneur.”
Jika kita jeli melihat perkembangan dunia internet, kita bisa melihat akhir-akhir ini bermunculan para entrepreneur-entrepreneur baru (start-up) yang walaupun belum bisa dikatakan sebagai milyarder, tetapi mereka mampu memanfaatkan internet ini untuk menghasilkan uang. Mulai dari menjual ide, jasa, membuat e-book sampai membuka toko-toko online (online shop). Dan berbicara mengenai menghasilkan uang di internet, kalau kita kelompokkan bisa di katakan 60% orang memanfaatkan untuk menjual produk berupa fisik / berwujud (tangible product) dan sisanya 40% menjual ide, jasa, dan product e-book (intangible product) yang sekarang ini bisa dikatakan menjadi sumber penghasilan tetap (passive income) bagi mereka, karena nilai pendapatannya bisa mencapai mulai dari puluhan juta sampai dengan ratusan juta rupiah, suatu nilai yang cukup fantastis bukan?. Apalagi saat ini sudah banyak juga bermunculan Marketplace-Marketplace di Indonesia yang menyediakan tempat bagi para usahawan mandiri untuk berjualan produk, seperti OLX.com, dinomarket.com, berniaga.com, tokopedia.com, tokoone.com, lazada.com serta yang saat ini cukup fenomenal yaitu ratakan.com yang menyediakan program-program affiliate dari berbagai macam produk dengan fee mencapai 40%.
     Jadi kesimpulannya adalah, bahwa mengembangkan diri untuk menjadi entrepreneur sebenarnya tidaklah begitu sulit dengan cukup banyaknya tersedia informasi-informasi gratis mengenai ilmu pengetahuan & cara pengembangan diri menjadi entrepreneur asalkan kita tidak melupakan satu hal yaitu MENGASAH MENTAL terlebih dahulu.
Bagaimana dengan Anda ? 

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...