December 17, 2014

Jiwa Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan jantung dan jiwa pengelolaan suatu usaha. Tidak ada seorangpun mengelola sebuah bisnis hanya dengan mengotak-atik angka atau mengatur ulang denah-denah organisasi atau juga menerapkan rumus-rumus terbaru dari akademi / fakultas bisnis. Apa yang Anda kelola dalam kepemimpinan bisnis adalah orang. 
Manajemen dan kepemimpinan sangat erat kaitannya, tetapi agar lebih jelas mari kita bahas pengertiannya. Saya merumuskan pengelolaan bisnis sebagai sesuatu yang objektif. Anda ingin mencapai suatu sasaran, ingin bergerak dari sini mau kesana, dan unjuk kerja Anda dapat di ukur. Anda dapat di ajarkan menggunakan peralatan keahlian Anda di jenjang pendidikan, seperti di kampus-kampus, dan jika nanti berhasil menamatkan pendidikan kampus Anda akan mendapatkan gelar 'Sarjana', dan kemudian menjadi pekerja di perusahaan-perusahaan sebagai karyawan, tetapi bukan pemimpin.
Kepemimpinan merupakan sesuatu yang lain lagi. Kepemimpinan itu sama sekali subjektif, sukar dirumuskan, dan hampir tidak mungkin mengukurnya secara objektif. Dan tidak dapat diajarkan di sekolah-sekolah, seperti halnya seorang pemain bola yang tidak dapat mengolah si kulit bundar dengan hanya membaca buku petunjuk. Dan toh, kepemimpinan itu ada dimana saja dalam tiap perusahaan, kepemimpinanlah yang mematok kepribadian masing-masing perusahaan, yang mencerminkan sifat dan watak pemimpin tertingginya dan grup manajemen puncak yang mengatur para karyawannya. Pada pemikiran saya, mutu kepemimpinan itu merupakan satu-satunya unsur yang paling penting dalam resep keberhasilan suatu usaha.

Tentu saja, kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memberikan inspirasi kepada orang lain agar bekerjasama sebagai Tim, mengikuti langkah Anda untuk dapat mencapai sasaran bersama, entah dalam bidang bisnis, politik ataupun dalam bidang olahraga sepakbola. Tidak ada yang dapat melakukannya sendirian, orang lain sebagai bawahan harus mau mengikuti sang pemimpin. Saya kurang sependapat terutama pada teori yang mengakatan bahwa pemimpin-pemimpin itu dilahirkan dan merupakan bakat alam. Kepemimpinan itu dipelajari. Kemampuan untuk memimpin dan mengilhami orang-orang lain jauh lebih bersifat naluri bukan sesuatu yang dipikirkan. Dan diperoleh bagaimana melalui pengalaman-pengalaman kehidupan orang tersebut sehari-harinya, dan pada akhirnya mutu serta kodrat kepemimpinan itu muncul dari watak kepribadian alami dari sang pemimpin. 
"Kepemimpinan sebetulnya tidak dapat di ajarkan, Kepemimpinan hanya dapat di pelajari."- Harold S Geneen -.

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...