December 2, 2014

Kicauan Yang Menarik

     Tuhu Nugraha Dewanto, pakar Pemasaran Media Sosial dari Virtual Consulting mengatakan bagi Anda yang mempunyai usaha kecil, pemasaran lewat Twitter bisa dijadikan pilihan yang cukup efektif karena cara ini hampir tanpa biaya. Sebenarnya ini adalah bentuk pemasarannya adalah dari mulut ke mulut (word of mouth marketing). Meski begitu, tidak semua produk cocok untuk dipasarkan di media ini, karena mayoritas pengguna Twitter adalah kaum urban perkotaan. Jadi pemasaran hanya akan efektif menyebar bila segmen produk kita memang untuk kaum tersebut. Bila Anda berjualan pupuk, lupakan cara ini, tutur Tuhu Nugraha Dewanto. 
"Walaupun pada dasarnya ini bentuk pemasaran dari mulut ke mulut, namun Twitter mempunyai karakteristik tersendiri yang khas."
Apa saja hal-hal yang perlu diketahui agar kicauan promosi usaha tepat sasaran? , berikut menurut tips-tips nya:
#1. Jangan Promosi
     Aturan utama promosi lewat twitter adalah jangan berpromosi, jangan menghujani follower dengan tweet-tweet promosi tanpa basa-basi. Apalagi sampai menggunakan 'direct message' untuk menawarkan produk, karena bisa dianggap melanggar privasi dan dicap sebagai spammer. Jalin komunikasi dan interaksi yang bernilai dengan konsumen. Seperti misalnya jika kita punya sebuah usaha busana, maka sampaikanlah ilmu-ilmu atau informasi yang berkaitan dengan dunia fashion. Dari situ kita akan mendapatkan pelanggan yang loyal dan hasilnya mendapatkan penjualan.
#2. Bercerita, Bukan Info Produk.
     Agar pengguna Twitter tertarik mem-follow, sebaiknya kita memiliki identitas. Karena terkadang konsumen tidak perlu produk tetapi yang mereka perlukan adalah cerita yang unik dibalik produk tersebut sehingga akan menjelaskan perbedaan dengan yang lain.
#3. Tepat Sasaran.
     Ada teori yang mengatakan bahwa, untuk menjual produk harus mendapatkan atau mempunyai follower sebanyaknya. Teori ini bisa benar tetapi sekaligus bisa menjadi salah, kenapa demikian? Akan benar jika follower kita yang banyak tersebut adalah follower aktif sehingga akan berpotensi untuk mendapatkan pelanggan yang loyal, namun teori ini akan menjadi salah jika follower kita yang jumlahnya ribuan atau bahkan puluhan ribu tetapi sebagian besar adalah follower pasif. Jadi lebih baik fokus terhadap follower aktif, loyal dan tepat sasaran (sesuai segmen) yang konseptualnya adalah engagement (keterikatan).
#4. Jangan Membual.
     Memang harus kreatif membuat tweet tetapi jangan sampai menebak-nebak.
"Kumpulan orang-orang di Twitter adalah kerumunan orang-orang yang kritis"
Akan fatal terjadi jika kita membuat tweet misalnya mengenai sebuah produk yang ramah lingkungan atau sebuah produk kosmetik yang tanpa efek samping. Dan ternyata ada yang menemukan fakta yang sebaliknya, game over! . Kita akan habis jadi bulan-bulanan (bully) di Twitter. Karena di Twitter terkenal ungkapan "Tweetmu Harimaumu".
Jadi kesimpulannya adalah untuk berpromosi di Twitter harus mempunyai cara tersendiri dan strategi yang tepat. Jangan pakai strategi pemasaran yang kaku atau menoton, jika tidak berhasil, segera langsung di ubah sesuaikan dengan kondisi dan market-nya. Namun dari mana kita tahu berhasil atau tidaknya sebuah strategi yang diterapkan? Saat ini di Twitter sudah ada beberapa tool yang dapat digunakan, seperti:
  • TWEET EFFECT - www.twittereffect.com
         Mengidentifikasi berapa banyak pengguna Twitter yang merespons tweet kita.
  • TWITTER GRADER - www.twittergrader.com
         Melacak berapa berapa banyak follower yang benar-benar bisa menyimak dan memperhatikan setiap update tweet kita.
  • TWITALYZER - www.twitalyzer.com
         Meng-analisa popularitas akun kita dan berapa kali kicauan kita di referensikan kepada yang lain. Bila produk kita memiliki website, tool ini juga bisa di tautkan dengan Google Analytic untuk melacak semua informasi seputar lalu lintas kunjungan ke website kita yang berasal dari Twitter. 
Semoga bermanfaat !

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...