December 21, 2014

Kuliner - Nasi Kepal Sanguin

Nasi kepal merupakan makanan praktis untuk sarapan. Hanya bermodal nasi yang dikepal dan ditaburi garam, menu tersebut sudah cukup nikmat untuk disantap sebelum memulai aktifitas.
Dengan sentuhan kreatifitas, konsep nasi kepal yang tradisional tersebut mulai di dimodifikasi. Setelah mencari referensi dari origiri dan sushi, konsep Sanguin pun ditemukan. Berhubung pendirinya adalah mahasiswa, target pertama yang mereka tawarkan adalah teman-teman mahasiswa juga. Dan, respon pasarpun sangat baik.

Apa saja persiapannya sebelum memulai bisnis ini?
Sebelum benar-benar memutuskan untuk memulai bisnis, pemilik Sanguin mempersiapkan beberapa hal terlebih dahulu.
  • Memilih bidang bisnis yang akan digeluti. Bidang kuliner ini dipilih karena peluang bisnis relatif besar dan relatif bisa dilakukan oleh mahasiswa yang berkeinginan mempunyai suatu bisnis.
  • Merencanakan produk bisnis kuliner yang akan dipasarkan seperti makanan ringan, makanan berat, produk jajanan, atau minuman.
  • Melakukan observasi terhadap produk yang memiliki kemiripan dengan bisnis yang akan dijalankan. Observasi ini dilakukan untuk melihat potensi produk yang akan kita jual.
  • Melakukan percobaan produk bisnis kuliner yang sudah direncanakan untuk dipasarkan. Percobaan bisa dilakukan dengan melihat beberapa referensi resep terkait dengan produk yang akan dipasarkan.
  • Melakukan tes pasar dengan memberikan produk bisnis kepada orang-orang sekitar sehingga kita akan mendapatkan masukan dari produk yang kita coba buat.
Tips Jitu Memulai Bisnis
Agar bisnis bisa berjalan dengan baik, kita harus banyak menyerap informasi. Berikut beberapa tips yang bisa dipakai.
  • Adanya keberanian dan kesungguhan untuk memulai dan menjalankan bisnis.
  • Persiapkan ide bisnis yang unik dan memiliki ciri khas sehingga orang akan mudah mengingat produk yang kita jual.
  • Mempersiapkan ide bisnis yang memiliki peluang untuk diterima oleh konsumen secara umum.
  • Mempersiapkan tim manajemen dalam menjalankan bisnis. Dengan adanya tim yang kuat dan solid akan memudahkan dalam melakukan aktivitas bisnis.
  • Memastikan makanan yang akan dijual mempunyai cita rasa yang tinggi, lezat, sehat dan juga higienis sehingga makanan kita mempunyai keunggulan yang dapat menarik konsumen.
  • Menentukan harga produk bisnis dengan mempertimbangkan daya beli konsumen karena harga merupakan salah faktor daya tarik konsumen dalam memilih suatu produk.
Tips Promosi dan Pemasaran
Semakin banyak orang yang tahu produk kita akan semakin baik.
  • Menentukan segmen pasar sebagai fokus penjualan produk bisnis, dengan mengetahui siapa yang akan menjadi target konsumen maka akan memudahkan dalam melakukan promosi dan pemasaran.
  • Membuat akun media sosial untuk memberikan informasi mengenai bisnis yang akan dijalankan. Dengan memanfaatkan media sosial gratis kita bisa menghemat anggaran biaya promosi.
  • Menyiapkan peralatan promosi seperti pamflet dan brosur untuk mendukung promosi dan pemasaran sehingga konsumen mengetahui produk bisnis yang kita jual.
  • Memiliki etika penjualan yang ramah, sopan dan responsif. Pelayanan merupakan prioritas utama, dengan pelayanan yang baik maka produk yang kita tawarkan akan mendapat respon yang positif
  • Melakukan penjualan produk untuk mendapatkan tanggapan pasar dan konsumen terhadap produk bisnis kita yang kita jalankan.
Hambatan yang biasa muncul
Setelah bisnis berjalan, kendalapun muncul satu-persatu. Berikut ini beberapa diantaranya:
  • Kendala menemukan lokasi penjualan yang strategis.
  • Mulai bosannya konsumen terhadap varian isi rasa yang yang ditawarkan, untuk itu diperlukan inovasi varian isi rasa untuk menarik konsumen.
  • Terjadinya perubahan harga bahan baku serta terbatasnya akses untuk mendapatkan beberapa bahan baku.
Perkiraan Perhitungan Biaya Bisnis
  • Investasi Awal
    • - Gerobak (booth)                                                  Rp. 2.500.000
    • - Mesin dan peralatan                                            Rp. 1.000.000
    • - Biaya cadangan                                                   Rp. 1.500.000
      Total Investasi Awal (TI)                                      Rp. 5.000.000
  • Biaya Operasional
    • - Bahan baku                                                         Rp. 3.500.000
    • - Upah tenaga kerja 2 orang                                  Rp. 1.200.000
    • - Biaya perlengkapan                                            Rp. 1.200.000
    • - Transportasi                                                        Rp.    100.000
    • - Biaya promosi & pemasaran                              Rp.    500.000
    • - Biaya penyusutan                                               Rp.    100.000
    • - Lain-lain                                                             Rp.    200.000
      Total Biaya Operasional (TB)                              Rp.  6.800.000
  • Perhitungan BEP (break event point)
    - Omzet 1 bulan                                                              Rp. 12.000.000
    - Total Biaya Operasional                                              Rp.    6.800.000
    Laba = Omzet - Biaya Operasional (TB)                       Rp.    5.200.000
BEP = Total Investasi : Laba = 0,9 bulan

Asumsi 
Omzet perhari Rp. 600.000 sehingga perkiraan dalam satu bulan (30 hari) diperoleh pendapatan Rp. 12.000.000, jika dalam seminggu hari kerja 5 hari. Masa manfaat aset peralatan (gerobak,mesin, peralatan) adalah 3 tahun. Beban penyusutan perbulan jika nilai residu Rp. 100.000 adalah sebesar :
(Rp. 3.500.000 - Rp. 100.000) : 36 bulan = Rp. 100.000 (pembulatan).



 Sumber: buku Top 50 Bisnis Kuliner Unik Super Kreatif | Karya Rapatata | Penerbit : Penebarplus+ 

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...