December 16, 2014

Louis Vuitton


     Coba Bayangkan, selama enam tahun berturut-turut merek Louis Vuitton dinobatkan sebagai “ World’s Most Valuable Luxury Brand” yaitu merek yang mewah & paling berharga di dunia. Dari tahun 2006 - 2012, yang tetap tidak terbantahkan di dunia high-end. Tentu saja, untuk mencapai prestasi itu bukan hal yang mudah, ia sudah berdiri hampir satu abad yang lalu. ya, LV telah ada sejak zaman Paris abad ke-19. Lahir pada 4 Agustus 1821 di Anchay, Perancis, Louis Vuitton bisa dikatakan jenuh dengan kehidupan di Provinsi itu. Ia terlahir dalam sebuah kehidupan yang keras seperti profesi : tukang kayu, petani, dan pabrik. Ia ingin mengubah kehidupannya dan timbul keinginan dalam hati untuk meninggalkan kota kelahirannya tersebut. Pada waktu masih remaja, Ia bekerja magang di sebuah tempat usaha Box-Marker dan Parker: Monsieur Marechal. Ternyata ini awal karirnya, Reputasinya segera bergema disetiap sudut kota Paris, tidak terkecuali istri Napoleon III, permaisuri Perancis, Eugenie de Montijo, yang adalah seorang countess Spanyol.
     Vuitton mulai bekerja sebagai  Box-Marker pribadinya dan Packer. Berada dalam lingkungan elite, hasil karya yang indah dari Vuitton di pamerkan oleh permaisuri kepada teman-teman dan lingkungan. Ini membuka pintu dan peluang untuk Vuitton untuk mendapatkan akses ke pelanggan baru diseluruh kalangan elit dan mewah. Dia tahu apa yang harus diperbuat, Inovasi datang mengalir laksana banjir, dia mulai mengeluarkan ide-ide dan menuangkannya di atas kanvas.
Tahun 1854 merupakan tahun besar bagi Vuitton. Selain menikah, ia membuka sendiri toko dan kemasan lokakarya di kota Paris. Dia mempublikasikan dengan tulisan kecil, yang berbunyi, "Securely packs the most fragile objects. Specializing in packing fashions". Sudah membuat nama untuk dirinya sendiri, kliennya datang padanya bagaikan semut. Mengamati klien, Vuitton tidak diragukan lagi dalam  memilih spesialisasi tertentu dalam mode kemasan. Tentu saja, ia berada di lingkaran dalam sosialita modis dan bangsawan. Dia memiliki pelanggan yang luar biasa seperti adipati dan duchess, dan akhirnya Christian Dior dan Huber de Givenchy sendiri. Tidak sampai empat tahun kemudian ia diperkenalkan kepada dunia inovasi terbaru, yang tidak hanya efisien dan efektif, tetapi juga elegan. Persegi panjang Stackable berbentuk batang , tentu saja monogram LV masih bisa terlihat saat ini, lebih lanjut membuktikan nama Louis Vuitton terkenal sepanjang masa. Pada saat itu, inovasi ini dianggap revolusioner karena pasar hanya diisi dengan putaran atas bagasi dan bagasi.


     Tahun 1997, akhir tahun sembilan puluhan. Dengan banyak merek tumbuh, Louis Vuitton membutuhkan facelift untuk bersaing dengan kompetitor dan waktu. Dan seorang Marc Jacobs dipekerjakan sebagai direktur kreatif rumah produksi itu. Dengan sikap mudanya dia tetap mempertahankan ketenangan kecanggihan, Marc bertanggung jawab untuk menciptakan garis baru seluruh produk.  Bukan hanya Pakaian, jam tangan, perhiasan, dan tas termasuk dalam satu paket. Melalui rentang waktu 16 tahun, Jacob terus merevolusi tampilan Louis Vuitton. Namun pada tahun 2013 terjadi perpisahan, Jacobs meninggalkan rumah produksi Louis Vuitton, tapi kesedihan dapat di atasi dengan datangnya seorang berkebangsaan Perancis yaitu Nicolas Ghesquiere . Lulusan Balenciaga, Ghesquiere dikenal dengan orisinalitas nya. Mengetahui bahwa Louis Vuitton berada dalam level kemewahan, inovasi adalah sesuatu yang berhubungan erat dengan rumah produksi ini. Untuk itu, diperlukan persiapan dan terobosan yang kuat untuk dapat menandingi brand dari sang maestro ini.

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...