January 2, 2015

Jeli Menggali Kebutuhan Pelanggan

Seperti diketahui, pengertian market driving adalah: kemampuan perusahaan untuk menciptakan, menggerakkan, dan meng-edukasi pasar melalui sebuah produk yang dihasilkan. Namun dalam pengertian produk tersebut, berarti harus menghasilkan kategori baru, tetapi memunculkan gairah baru dalam pasar meskipun dalam satu kategori yang ada, ini sudah bisa dikatakan sebagai market driving. Para marketer yang ingin menjadikan produknya sebagai driving market harus memiliki memiliki beberapa persyaratan yang salah satunya adalah mendengarkan dan mengamati konsumen. Namun, yang perlu diperhatikan adalah tidak memaksakan produk tersebut ke pasar.
     Terkadang konsumen justru tidak mengetahui kebutuhan yang diperlukan. Termasuk kebutuhan jangka pendek dan kebutuhan jangka panjang. Dan, disinilah peran marketer untuk menemukan produk atau jasa apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen, demikian ucapan salah satu pengamat marketing Ignas G. Sidik. Proses mendengarkan dan mengamati merupakan modal awal untuk mendapatkan Customer Insight. Tentunya yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan data-data yang memungkinkan untuk menciptakan, mengembangkan dan mempertahankan yang ada.
     Jeli, merupakan faktor yang paling penting bagi seorang marketer, hasil customer insight yang mendalam akan menentukan peluang-peluang bisnis yang ada. Namun, menjadi market driving tidak harus dimulai dengan sesuatu yang luar biasa dan baru, sesuatu yang sederhana dan modifikasi yang ada pun tidak menjadi masalah, yang penting harus memperhatikan kualitas produk tersebut.
     Unsur imajinasi dalam membuat produk juga merupakan sesuatu hal yang perlu dilakukan, tetapi itu bukan sesuatu yang wajib, yang penting adalah kejelian para marketer melihat kondisi pasar dan kebutuhan konsumen, karena untuk mendapatkan customer insight merupakan sesuatu yang mutlak. Tentunya tidak mudah untuk membentuk pasar baru, apalagi menggerakan pasar tersebut. Ini dilihat dari faktor kendala yang dihadapi oleh marketer, yakni keterbatasan dalam melihat customer insight dari sudut pandang konsumen dan pasar itu sendiri. Sejatinya, konsumen tidak mengetahui kebutuhannya tanpa observasi dan riset yang dilakukan marketer itu sendiri.
Sebaiknya perusahaan memiliki sumber daya alam (SDM) yang khusus menggali customer insight. Karena tidak cukup dengan hanya mengikuti langkah-langkah yang dilakukan kompetitor karena kondisi pasar yang selalu berubah-ubah, jika hanya mengikuti saja tanpa ada teori dan ilmu, perusahaan tidak akan dapat mengejar persaingan dan tidak akan mungkin menjadi market driving.





sumber: tulisan Ignas G Sidik - Pengamat Marketing di Majalah Marketing

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...