March 9, 2015

Walt Disney: Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan (1)

Ada satu gagasan yang selalu mengusik pikiran Walter Elias Disney, yaitu gagasan bekerja sendiri. Terutama ia mendengar bahwa sebagian karyawan akan tidak diperlukan setelah musim sibuk berlalu.
Kehidupan Walt Disney kelahiran Chicago, 5 Desember 1901 ini dapat diringkas dalam pedoman yang diikuti oleh semua orang kaya: "Barang siapa yang ingin sukses, harus bekerja keras, pantang menyerah, dan lebih mengikuti perkembangan".
The Wonderful World of Disney adalah gambaran seseorang yang telah berhasil mencapai segala sasaran cita-citanya.
Namun seperti apa perjalanan hidup dari seorang Walt Disney?
     Walt memulai usahanya dengan mendirikan agen seni periklanan bersama seorang temannya, Ube Iwerks. Pelanggan pertama datang dari sebuah restoran. Disney dan temannya berhasil membuat kesepakatan dengan restoran untuk membangun bengkel kerjanya di bangunan restoran baru tersebut, tanpa dipungut bayaran. Namun, sebagai imbalannya mereka harus membuat poster-poster iklan untuk restoran tersebut. tetapi ia dibebaskan untuk mengerjakan proyek-proyek lain diluar pengerjaan poster iklan restoran. Untuk menarik pelanggan, ia merancang dan menawarkan jasa seninya ke sebuah toko atau perusahaan atas dasar freelance (hubungan lepas). Dan, dalam waktu singkat ia berhasil mengumpulkan uang untuk ditabung yang tidak mungkin ia dapatkan dengan bekerja pada satu perusahaan.
     Walaupun usaha ini cukup memberikan harapan yang bagus, namun Disney lebih tertarik untuk mencoba memenuhi impiannya sejak kecil, yaitu membuat Animasi Kartun. Untuk melaksanakan impiannya ini, Disney bergabung dengan sebuah perusahaan KC Film Ad Company - yang memegang tanggung jawab atas segala aspek iklan film. Melihat potensi yang dimiliki oleh kartunis muda ini, perusahaan memberikan sebuah job kepada Disney untuk membuat poster seorang pria yang mengenakan topi mode mutakhir. Walt menggambar poster tersebut, tapi hidung hidung orang itu diganti dengan gambar bohlam! dan ketika poster itu ditampilkan dilayar, sang bos berseru: "Saya sudah bosan dengan wajah-wajah cantik ini".
Visi Walt Disney mendapat tanggapan kurang menyenangkan dari beberap teman dan termasuk atasannya. Mereka iri dan menganggap Walt ini seorang pengacau. Mereka tidak membiarkannya untuk mencoba teknik-teknik baru untuk menyempurnakan kartun-kartunnya. Ia mendapat gagasan baru, membuat beberapa lukisan dan seluloid, dan memotret dan dikumpulkan, lalu kemudian di filmkan. Tetapi gagasannya ini tidak mendapat respon dari pimpinan, karena atasannya melihat tidak ada alasan untuk mengubah teknik-teknik mereka dan merasa dengan cara kerja yang lama sudah membuat pelanggan merasa puas.
     Dan setelah melalui argumen yang alot dan panjang mengenai tekniknya ini, akhirnya sang atasan memperbolehkan Walt Disney untuk melakukan percobaan dengan meminjamkan kamera dari perusahaan. Disebuah garasi kosong yang dirombak menjadi sebuah studio, Walt mulai membuat film-film animasi pendek dengan menggunakan teknik hasil rekaannya. Ia kemudian memperlihatkan hasil buatannya pada seorang pimpinan bioskop terkenal. Orang ini sangat terkesan, sketsa-sketsa dan teknik Walt Disney sangat berbeda dengan yang sudah-sudah. Dan, film kartunnya yang pertama segera diputar di bioskop-bioskop. Semula kartu-kartun ini di maksudkan untuk menggantikan iklan-iklan agar penonton dapat terus menikmati apa yang muncul dilayar selama selang waktu. Dan penonton pun sangat menyenangi film-film kartunnya. Dan namanya pun mulai di kenal dikota itu.

Selanjutnya : Walt Disney: Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan-2










No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...