March 9, 2015

Walt Disney: Membangun Kerajaan Bisnis Hiburan (2)

Setelah namanya terkenal di kota itu, Walt Disney memutuskan untuk berdiri sendiri dan keluar dari KC Film Ad Company serta mengembalikan kamera yang dia pernah pinjam. Kemudian membeli kamera sendiri dari hasil tabungan yang ia kumpulkan. Tetapi sukses tidak terjadi dengan begitu saja. Disamping pasaran masih terbatas, juga biaya produksi tinggi dan sikap perfeksionis yang dimiliki Walt, akhirnya mengakibatkan kebangkrutan.
     Ini merupakan titik nadir dan masa suram bagi kehidupan Walt Disney. Ia sampai tidak memiliki uang sedikitpun dan terpaksa tinggal di bengkel, yang makan dan tidurnya hanya diatas sebuah bangku kecil, dan kondisi ini diperparah lagi bahwa ia sekali seminggu harus ke stasiun hanya untuk mandi!.
     Namun ia tidak berputus asa, ia berusaha untuk terus berkarya walaupun dalam kondisi yang sangat sulit. Dan, akhirnya ia berhasil mendapatkan kontrak pembuatan kartun animasi untuk mendidik anak-anak tentang pentingnya menyikat gigi. Order ini ia dapat dari seorang dokter gigi yang menemuinya pada suatu malam dan mengajaknya kekantor. Awalnya Walt menjawab tidak bisa datang, dengan alasan tidak mempunyai sepatu, dan satu-satunya sepatu yang ia miliki sedang direparasi dan itupun belum diambil karena dia tidak mempunyai uang!.
     Pada suatu malam di bulan Juli 1923, ia mendapat sebuah gagasan. Berbekal sedikit uang saku yang dimilikinya, ia berangkat naik kereta ke Hollywood. Ia bertekad kuat untuk menjadi orang penting dalam dunia perfilman. Sampai di Hollywood, Walt Disney hanyalah satu dari sekian banyak orang yang mengharapkan terwujudnya sebuah cita-cita. Ia tinggal dengan kakaknya, Ray di California.
"Untuk maju dalam suatu bidang khusus, orang harus masuk kedalamnya, apapun pengorbanannya".
Ia beberapa kali mengalami penolakan setiap ia menyodorkan hasil ide dan kartunnya. Namun ia tidak putus asa. Pengalaman mengajarkan bahwa orang harus sepenuhnya mengandalkan diri sendiri, bukan orang lain!.
     Dengan kemauan keras ia tetap membuat gambar film-film komik untuk dijual kepada pengusaha bioskop. akhirnya, ada seorang pemilik bioskop yang begitu tertarik, sehingga membeli berseri-seri film komik dari Walt Disney. Ia bahkan ditawari untuk membuat rangkaian cerita Alice in Wonderland, dengan harga $ 1.500. Jauh lebih besar dari yang diharapkannya. Rangkaian cerita Alice in Wonderland ini sampai diputar berurutan selama tiga tahun. Dari hasil ini ia dapat membeli sebuah rumah dan membangun sebuah studio film.
     Setelah keberhasilan Alice in Wonderland, Walt Disney lalu membuat film kartun "Mickey-Mouse" nama yang diberikan oleh sang istrinya, Lilian Bounds. Lewat Mickey-Mouse ciptaannya inilah, yang akhirnya membuat film ini menjadi tenar di seluruh dunia. Melebihi tenarnya bintang Hollywood. Film yang semula oleh produser kurang begitu semangat menyambutnya. Dan berturut-turut kemudian dia menciptakan film-film besar seperti: Cinderella, Peter Pan dan Bambi.
     Dan pada masa tahun 1950-an, Walt Disney mempunyai impian fantasi untuk membangun sebuah proyek taman hiburan yaitu: Disneyland. Pada tahun 1955, di Anaheim-California berdirilah sebuah taman hiburan yang kelak akan menjadi dikenal seantero dunia. Dan menjadikan Walt Disney saat ini menjadi salah satu orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Itulah Walter Elias Disney orang yang tidak kenal kata menyerah yang kisah hidupnya memberikan sebuah inspirasi bagi generasi sesudahnya untuk selalu menghidupkan harapan dalam diri.
(end).







sumber : Buku Valentino Dinsi & sumber lainnya.

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...