December 21, 2015

Mobile Marketing: Bukan Lagi Sebagai Pelengkap Kampanye


Pada waktu dulu, media elektronik seperti: Radio, Televisi dan media cetak menjadi andalan perusahaan untuk mengampanyekan brand nya. Namun karena tuntutan era digital sekarang ini mengharuskan mereka untuk memasukkan media digital sebagai bagian dari strategi kampanye marketingnya. Platform yang digunakan tidak lagi hanya sekedar desktop, tapi juga layar kecil seperti mobile (smartphone dan tablet).
Posisi Indonesia yang saat ini  menduduki posisi ke 5 sebagai negara pengakses internet terbesar didunia. Menurut e-marketer, pengguna internet di Indonesia mencapai angka 83,7 juta pada tahun 2014 yang lalu dan diperkirakan akan meningkat pada tahun 2015 ini menjadi 100 juta pengguna. Temuan menarik lainnya dari Google Indonesia dan GFK merilis survey terhadap 2.500 responden bahwa penggunaan smartphone di wilayah perkotaan meliputi Jakarta, Bodetabek, Semarang, Bandung dan Surabaya sebanyak 61% mengakses internet menggunakan smartphone dengan rata-rata waktu yang dihabiskan sekitar 5,5 jam perhari. Bandingkan dengan online didepan PC yang hanya 17%.
Fakta ini memberikan alasan bahwa aktivitas marketing di ranah mobile menjadi sebuah keharusan bagi setiap usaha.
Azalea Aina, Program Director Indonesia Mobile Marketing Association (MMA) di majalah Marketing mengatakan media digital bukan lagi sebagai media pelengkap, namun sudah menjadi mainstream terbesar kedua setelah televisi. Azalea Aina juga menyarankan media digital sudah harus masuk kedalam strategi mix marketing sebuah merk.
Sebuah website pun harus mengalami up-grade tampilan, dulu website hanya memiliki tampilan versi desktop, sekarang ini harus diperkuat dengan micro site yang mudah diakses oleh melalui perangkat mobile. Batas antara website dan mobile sites sudah semakin tipis. Website harus responsive terhadap multi devide dan mobile friendly.
Mobile Marketing yang berbasis internet sudah mulai diminati oleh marketers menyusul tingginya penetrasi smartphone di Indonesia, karena memiliki kelebihan bersifat riched media yaitu teks, gambar dan video menyatu. Ini juga memberi keuntungan yaitu lebih murah, reachability (daya jangkau), dan responsive rate nya terukur, ucap Teguh Prasetyo, Pengamat Mobile Marketing dan anggota Masyarakat Telematika Indonesia dalam kesempatan wawancara oleh majalah marketing.
     Melihat gambaran diatas, tidak berlebihan kita mengatakan  bahwa mobile marketing nantinya akan melampaui porsi channel-channel marketing online lainnya. Strategi pemasaran lewat mobile akan lebih dari sekedar merancang atau mendesain aplikasi yang responsif untuk mobile. Perusahaan harus lebih fokus untuk menciptakan konten yang memang dioptimalkan untuk keperluan online.





sumber: Majalah Marketing

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...