January 27, 2016

3 Metode Penetapan Harga Jual Produk


Menentukan harga jual produk kepada konsumen membutuhkan strategi, bukan hanya asal tembak. Karena bisnis yang baik adalah bisnis yang mampu menajamkan performa harga secara terstruktur. Jika bisnis mengalami pergerakan yang datar atau cenderung menurun, kemudian kita berpikir itu ada kesalahan pada harga jual karena melihat kompetitor. Ini belum tentu benar!..
Warren Buffet, investor & pebisnis besar dari Ohama Amerika Serikat (baca: Nasehat & Motivasi dari salah satu orang terkaya di dunia ) berkata: "Keputusan tunggal terpenting dalam mengevaluasi bisnis adalah kekuatan harga. Jika Anda punya kekuatan untuk menaikkan harga tanpa kehilangan bisnis ke kompetitor, Anda memiliki bisnis yang sangat baik. Dan jika Anda mengadakan sesi doa sebelum menaikkan harga sebesar 10%, berarti Anda memiliki bisnis yang buruk".
Ini menjelaskan bahwa dalam menetapkan harga produk harus punya kemampuan yang matang dan strategi yang tepat. Menetapkan harga jual yang tepat terhadap konsumen tidak selalu harus melakukan memangkas harga jual. Dan bagi perusahaan-perusahaan yang sudah berpangalaman berdasarkan survey / studi di berbagai negara di dunia dan lintas industri serta perusahaan, diketahui menetapkan harga berbasis pada tiga metode.
Apa saja itu?

1. Penetapan harga berbasis Biaya.
     Dalam metode ini, keputusan penentuan harga sangat dipengaruhi oleh data akuntansi. Tujuan metode ini adalah untuk mendapatkan return on investment (ROI) dalam jumlah yang sudah ditentukan atau dengan menambah angka-angka pada biaya. Contoh tipe penetapan harga berbasis biaya adalah harga balik modal, harga mark up, harga sesuai target dan harga biaya tambah. Kelebihan dari metode ini adalah data yang digunakan untuk menetapkan harga mudah ditemukan. Sedangkan kelemahannya adalah aspek-aspek yang berhubungan dengan permintaan dan level harga kompetitif diabaikan.

2. Penetapan harga berbasis Kompetisi.
     Metode ini menggunakan data mengenai level harga kompetitif atau tindakan-tindakan yang sudah terantisipasi dan terobservasi dari pesaing yang ada. Keunggulan utama metode pendekatan ini adalah situasi kompetisi menjadi bahan pertimbangan. Sedangkan kelemahannya adalah aspek-aspek yang berhubungan dengan fungsi permintaan cenderung terabaikan. Dan juga, fokus terhadap keinginan berkompetisi yang kuat dalam menentukan harga dapat meningkatkan resiko perang harga. Metode ini sering digunakan sebagai patokan bahwa harga adalah salah satu faktor terpenting pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen.

3. Penetapan harga berbasis Nilai Konsumen.
Metode ini menggunakan data mengenai nilai-nilai yang dianggap penting oleh konsumen suatu produk sebagai faktor utama menentukan harga jual. Pendekatan metode ini dikendalikan oleh pemahaman mendalam mengenai kebutuhan konsumen, persepsi konsumen terhadap nilai, dan elastisitas harga serta keinginan konsumen untuk membayar. Keunggulan metode ini adalah korelasi langsung dengan kebutuhan individu yang membayar untuk mendapatkan barang atau jasa, yaitu konsumen. Sedangkan kelemahannya, data pilihan konsumen, keinginan untuk membayar, elastisitas harga, dan besaran tiap-tiap segmen dalam suatu pasar sulit untuk didapat dan diinterprestasikan. Pendekatan metode ini juga dapat menggiring harga ke level harga yang tinggi, khususnya untuk produk-produk unik, serta dapat memicu masuknya kompetitor baru kedalam pasar atau bisa juga menciptakan zona bebas resiko bagi kompetitor yang menawarkan produk-produk setipe dengan harga yang lebih murah.


Sumber : Andika Priyandana | Majalah Marketing


No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...