February 1, 2016

Makin Ketatnya Persaingan Bisnis di Tahun 2016

Perkembangan yang terjadi sekarang ini telah menciptakan persaingan yang semakin ketat, tidak hanya persaingan dengan kompetitor langsung tetapi juga dengan kompetitor dari kategori lain. Artinya, jika dulu hanya bersaing dengan pemain dengan bidang kategori bisnis yang sama, dan saat ini muncul pesaing bisnis dari kategori yang berbeda.
Perusahaan transportasi taksi seperti Blue Bird kini harus menghadapi tantangan baru dengan kehadiran Uber Taxi, Gojek, Grab Taxi, dan lain-lain. Tak hanya bersaing di jalan raya, namun sekarang juga bersaing pula di online market.
Konsumen pun kini bisa memesan transportasi maupun ojek melalui aplikasi online. Tidak hanya nyaman tanpa harus menunggu di pinggir jalan raya, namun juga respon yang cepat melalui aplikasi online ini.
Hal yang sama juga dirasakan oleh para pemain department store. Seperti Matahari misalnya dulu bersaing dengan Dept. Store lain dengan cara menambah sebanyak-banyaknya outlet, namun kini lokasi persaingan mulai diramaikan dengan muncul banyaknya online fashion store seperti Lazada, Zalora, dan lainnya, dan ini memaksa Matahari untuk mengubah strategi market nya dengan mendirikan MatahariMall.com agar tidak kehilangan konsumennya.
     Ledakan media menyebabkan zona kompetisi tidak lagi memanfaatkan media konvensional. Kompetisi dalam bidang komunikasi ini membutuhkan pendekatan yang berbeda. Jika sebelumnya iklan hanya membutuhkan pendekatan satu arah, dengan marak munculnya media social maka pendekatan iklan membutuhkan komunikasi dua arah. Sehingga banyak pemain bisnis mulai meninggalkan kompetisi lewat iklan televisi dan memilih berperang melalui media sosial karena dianggap lebih personal dan langsung ke pasar sasaran.

Adaptasi atau Menghindar?
     Lalu apa yang harus dilakukan oleh para pemegang merek dan marketer dalam menghadapi situasi kompetisi ini?. Para pemain bisa melakukan strategi dengan cara beradaptasi dengan situasi seperti yang dilakukan Matahari yang coba masuk ke dalam ranah online melalui MatahariMall.com. Begitu juga dengan Blue Bird yang masuk kedalam aplikasi online untuk pemesanan taksi.
Strategi lain juga bisa dilakukan dengan bergeser ke zona kompetisi yang belum terimbas oleh pertarungan tersebut, seperti yang dilakukan oleh merek Canon. Merek ini menyadari bahwa keberadaan kamera smartphone mengancam segmen kamera entry level, jikalau ikut bersaing di segmen ini maka hal ini bisa membuat Canon akan "dihajar" oleh pemain-pemain diluar merek kamera, namun untuk kamera yang high end dan profesional masih memungkinkan bagi Canon untuk bersaing, maka merek ini pun mencoba untuk mempertahankan segmen ini.
Strategi menghindar dari persaingan bisa dilakukan dengan value added innovation. Misalnya yang dilakukan oleh penyedia jasa travel dengan tidak lagi fokus hanya untuk penjualan tiket, tetapi bisa melakukan penjualan paket-paket tur untuk rombongan, bisnis serta bisa menjadi travel konsultan untuk mencoba unggul dalam market ini.
     Strategi kolaborasi juga bagus diterapkan dalam menghadapi persaingan pasar. Seperti misalnya sebuah mini market yang bekerjasama dengan perusahaan kereta api atau penerbangan melakukan penjualan tiket. Begitu juga dengan Penyedia layanan seluler harus bekerja sama dengan merek ponsel untuk memperbesar pasar. Atau juga sebuah usaha busana bekerja sama dengan pabrik tekstil.
Memang, ketika menghadapi situasi kompetisi yang makin sengit ini, mencari kawan lebih baik dari pada mencari musuh.





Dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...