30 November 2016

Matsushita Konosuke Pendiri Industri Elektronik

Diantara beberapa nama tokoh Jepang yang berhasil membangun perekonomian negara tersebut, nama Matsushita Konosuke termasuk didalam kelompok tersebut. Konosuke yang lahir pada tahun 1894 di Wakayama, wilayah barat Jepang ini sangat menghormati orang tuanya dan berusaha keras memenuhi pesan sang ayah yang meninggal ketika ia berusia 10 tahun.
Matsushita berhasil membangun kerajaan industrinya hingga mencapai 795 perusahaan dengan 150.000 karyawan. Setelah sukses, Matsushita menulis beberapa buah buku dan majalah. Ia ingin menjabarkan gagasan-gagasannya untuk dapat dapat dipahami oleh masyarakat Jepang. Ia juga mengumpulkan pemuda-pemudi Jepang yang berbakat untuk dididik dan dipersiapkan sebagai generasi penerus Jepang di masa yang akan datang.
     Pandangan Matsushita terhadap para karyawan memang berbeda dengan pengusaha lainnya. Ia menganggap karyawan yang pandai akan mampu menghasilkan produk yang bermutu. Keyakinan ini diambil dari ajaran Bushido yang menyatakan bahwa kita tidak boleh menyerang orang yang tidak bersenjata.
kemampuan utama yang paling mendukung usahanya adalah kelihaiannya dalam meramalkan penjualan dan keuntungan yang akan diperoleh. Bahkan kemampuannya dalam meramalkan daya tampung pasar, jarang meleset. Bermodalkan kemauan yang keras dan pengalaman, Matsushita mampu membangun industri yang besar. Konosuke dapat sukses meski ia tidak pernah menyelesaikan pendidikannya. Suksesnya karena kerja keras. Seperti layaknya pengusaha lain, konosuke selalu berusaha bekerja keras dan berusaha untuk tetap konsisten dengan filosofi bisnisnya. Itu pula yang merupakan salah satu faktor keberhasilannya.
     Bakat utama yang menentukan keunggulan konosuke adalah kemampuannya dalam mengorganisasi jaringan subkontraktor, memproduksi barang yang menghasilkan laba berlipat dan dapat dengan cepat memproduksi barang baru sebagai pengganti barang yang lama. Dengan keunggulan itu pula, Konosuke mampu mendirikan perusahaan Matsushita Electronics Company, yang kemudian berkembang menjadi industri raksasa.


dari berbagai sumber

29 November 2016

Helmut Werner Membangun Brand Mercedes-Benz

Penampilan dan gayanya tidak mencerminkan seorang pemimpin bisnis kawakan, seperti halnya Edzard Reuter. Kewiraswastaannya pun tidak secemerlang Werner Niefer. Dan juga Ia tidak mempunyai konsep strategis yang cerdik seperti yang dimiliki Eberhard von Kuenhem atau Carl Horst Hahn. Tapi, sejak memulai kariernya di Uniroyal, ia terus menanjak sampai memegang jabatan direktur pelaksana untuk wilayah Eropa. Kemudian ia menjadi anggota direksi termuda produsen ban Contri dan beberapa tahun kemudian ia menduduki jabatan direktur utama perusahaan tersebut. Setelah itu, pada musim gugur 1987 ia diangkat untuk mengepalai dewan pengawas Daimler Benz AG di bidang kerndaraan serba guna, sekaligus menjadi calon kuat pengganti direktur utama perusahaan, Werner Niefer.
Di kalangan rekan-rekannya, Helmut Werner dikenal sebagai seorang yang sangat dalam mengelola keuangan. Ia melakukan kontrol yang ketat dan terus menerus memantau arus berbagai pengeluaran perusahaan. Dikalangan direksi, ia mempunyai tingkat kebebasan yang tinggi mengingat prestasinya dalam meningkatkan penjualan kendaraan Mercedes, yang sebelumnya penjualan Mercedes ini sempat mengalami penurunan yang tajam. Tapi berkat tangan dingin Helmut Werner ini, melonjak tinggi.
Pada awalnya, Helmut Werner yang pernah belajar ekonomi perusahaan di Koeln, ia ingin menjadi peneliti bidang ekonomi, tetapi cita-cita tersebut ia batalkan setelah ia diterima sebagai trainee pada perusahaan ban mobil Englebert & Co di Aachen, anak perusahaan Amerika Uniroyal pada tahun 1961. Pada tahun 1977, perusahaan itu menyerahkan tanggung jawab untuk semua kelompok produksi kepada Helmut Werner. Tahun berikutnya, ia diangkat menjadi managing director untuk Eropa yang khusus menangani masalah pemasaran dan pengembangan. Pada tahun 1983, perusahaan itu terus berkembang dan pada tahun 1987 berhasil mengakuisisi General Tire dan berhasil terjun langsung dalam bisnis di Amerika Serikat.


dari berbagai sumber



Kerja Keras Mengantarkan Conrad N. Hilton Menjadi Raja Hotel Dunia

Dilahirkan pada tanggal 25 Desember 1887, San Antonio - New Mexico, Conrad Nicholson Hilton mencatatkan namanya menjadi Si Raja Hotel Dunia.
Karir hebat pria ini bermula ketika ia mempunyai mimpi untuk membangun sebuah tempat penginapan di daerah kelahirannya San Antonio. Sebuah kota yang menjadi tempat persinggahan orang-orang yang hendak menuju Chicago atau ke California. Dia mengubah rumahnya menjadi beberapa kamar untuk disewakan. Kota ini membutuhkan hotel. Mungkin mula-mula kita tidak mempunyai pelanggan, tetapi ceritanya akan tersebar dan semua akan berjalan sendiri. Dengan ongkos USD 2,50 perhari, saya pikir sudah cukup beruntung.
Inilah awal kerja keras bagi Hilton, Ibu dan saudara perempuannya mengurusi hotel, sedangkan Ia dan ayahnya bekerja di toko. Tetapi begitu toko tutup pada jam 6 sore, Hilton istirahat  lalu pada jam 01.00 dini hari , Ia berangkat ke stasiun untuk menjemput orang-orang yang turun dari kereta. Ia mengurusi barang-barang, mendaftar, mengecek segala kebutuhan seperti selimut, sabun dan handuk, lalu mencatat sarapan pagi yang diinginkan, serta jam berapa minta dibangunkan. Catatan tersebut Ia kirimkan kepada Ibunya, lalu kembali ke stasiun untuk menyambut kereta jam 03.00 pagi. Bila penumpang telah berakhir, Ia baru dapat tidur sampai sampai jam 7.00 pagi, lalu bangun untuk mengurusi tamu-tamunya. Kerja kerasnya tersebut mulai membuahkan hasil, hanya dalam tempo waktu 6 minggu, penginapan San Antonio sudah terkenal di seluruh daerah itu.
"Kalau seseorang mempunyai ambisi yang mendorongnya, kepercayaan yang menuntunnya, dan kesehatan untuk menerapkan segala kemampuannya, tidak mungkin tidak Ia akan mencapai sukses, entah dengan cara apapun".
Itulah salah satu formula yang mengantarkan Conrad Nicholson Hilton menjadi salah satu raja perhotelan paling besar dan paling kaya di dunia.
"Tidak mungkin seseorang memulai suatu usaha dalam hidup ini tanpa mengetahui arah mana yang akan ditujunya", pria yang mempunyai visi ini telah mengukir namanya dalam sejarah. Pada tahun 1965, Hilton baru memiliki 61 buah hotel di 19 negara. Dengan kata lain, usaha itu mencapai 40.000 kamar dan 40.000 tenaga karyawan. Ketika Ia meninggal pada bulan Januari 1979, Hilton memimpin 185 hotel di Amerika Serikat dan 75 hotel di luar Amerika.



Berbagai sumber

26 November 2016

Tips Menghadapi Persaingan Bisnis

Ada banyak pesaing disekeliling bisnis kita, dan sewaktu-waktu bisa membuat bisnis gulung tikar jika tidak cepat diantisipasi.
Tetapi persaingan itu sebenarnya tidak harus disikapi dengan negatif, karna persaingan itu dibutuhkan agar membuat kita bisa lebih tangguh mengelola bisnis sendiri.

Berikut ini, ada beberapa tips yang bisa dipakai untuk menghadapi persaingan usaha:

#1. Bersaing lewat produk.
Persaingan bisa dilakukan melalui produk itu sendiri, lakukan inovasi-inovasi secara terus menerus serta ciptakan produk yang lebih kelihatan unik dan membuat produk lebih berkualitas. Hal ini akan membuat produk kita mampu mengungguli pesaing.

#2. Bersaing lewat pemasaran.
Jika sebuah produk bagus dengan kualitas juga sudah premium, tetapi jika pemasarannya tidak ada atau kurang greget, sama saja bohong. Buat sebuah jalur pemasaran yang baru serta perkuat jalur pemasaran tersebut. Hal ini pernah dilakukan sebuah produk yang bernama Tien-S dan Amway yang bisa merevolusi penjualannya melebihi produk sejenis di jalur konvensional.

#3. Bersaing lewat harga.
Memang dewasa ini, konsumen sudah mulai kritis dalam membeli sebuah produk, mereka tidak hanya memutuskan membeli produk berdasarkan harga murah tetapi juga melihat kualitas produk itu sendiri. Ini merupakan sebuah peluang bagi kita untuk bisa bersaing dengan membuat produk dengan kualitas bagus tetapi harga murah. Bagaimana caranya? potong jalur distribusi/pemasarannya. Hal ini dilakukan oleh Dell dalam mengalahkan IBM dan Compaq, dengan memotong jalur pemasaran Dell membuat jalur pintas antara produsen dan konsumennya.
Cara lain, bisa digunakan teknologi untuk menurunkan biaya produksi, atau bisa juga dengan mendapatkan bahan baku yang murah tapi bukan murahan.

#4. Bersaing lewat pelayanan.
Berikan pelayanan yang prima, maksimal. Manjakan pelanggan untuk menciptakan hubungan yang bersahabat, hal akan menciptakan relasi yang langgeng nantinya.

#5. Merangkul kompetitor itu sendiri.
Merangkul kompetitor? kenapa ngga?, jangan anggap pesaing adalah musuh. Terkadang pesaing itu bisa membawa keuntungan bersama jika mampu merangkulnya. Buat sebuah paguyuban atau tawarkan negosiasi usaha. Siapa tahu jika pesaing tidak mampu memenuhi pesanan, Anda yang menutupinya. Percayalah, membangun hubungan yang baik dengan pesaing akan membawa keuntungan bersama nantinya.



22 November 2016

Ini Sebabnya Kenapa Produk Sepi Peminat

Sering terjadi sebuah produk yang dipasarkan tidak mendapat respon atau sepi peminat, padahal produk yang dipasarkan ini cukup bagus serta mempunyai nilai jual yang cukup tinggi.
Perlu diingat, bahwa konsumen sekarang ini tidak hanya melihat dari sisi harga dalam membeli sebuah produk, tetapi juga melihat dari sisi manfaat yang didapat jika mereka memutuskan untuk membeli. Atas dasar ini pula yang menjadi tolak ukur apakah sebuah produk dapat diterima atau tidak di pasaran.
Hal apa saja yang bisa mempengaruhi sebuah produk bisa sepi pembeli?

#1. Sulitnya akses untuk mendapatkan produk tersebut.
Era digital dewasa ini, hampir semua orang untuk melakukan kegiatan mencari informasi, produk dan lain-lain menggunakan media sosial. Semua konsumen pasti menginginkan kemudahan untuk mendapat akses produk. Jika kegiatan marketing yang dilakukan untuk mempromosikan produk tidak optimal menggunakan media sosial, tidak dapat memberikan kemudahan terhadap konsumen dalam mendapatkan informasi dan produk, sebaiknya segera dilakukan evaluasi kembali.

#2. Produk belum diketahui konsumen.
Kembali hal ini menyangkut strategi marketing yang dijalankan. Optimalkan kekuatan media sosial serta gencar melakukan kampanye promosi yang tepat sasaran. Jangan segan melakukan riset-riset mengenai perkembangan pasar dengan menggali segala informasinya, karena tingkat perkembangan kompetisi dipasaran saat ini setiap saat berubah. Kampanye produk tidak boleh statis, harus disesuaikan dengan perkembangan pasar.

#3. Tidak adanya value yang didapat konsumen
Konsumen yang cerdas tidak akan terpengaruh dengan harga yang murah, tetapi mereka juga melihat nilai tambah yang mereka dapatkan jika membeli sebuah produk. Contohnya dalam pembelian sebuah busana, konsumen akan melihat dari sisi kenyamanan pemakaian, daya tahan material yang digunakan, serta kerapihan jahitan yang akan bisa memberikan rasa percaya diri bagi konsumen untuk dipakai.

Lakukan strategi pemasaran dengan menitikberatkan pada keunggulan dan manfaat sebuah produk, hal ini akan mengedukasi konsumen untuk lebih mengetahui produk kita.


Baca juga : Tips Mendapatkan Kepercayaan Pelanggan

Tips Mendapatkan Kepercayaan Konsumen

Kepercayaan konsumen adalah hal yang paling penting dalam menjual produk. Tanpa adanya kepercayaan, sebuah produk akan mengalami penurunan daya saing yang akan berujung hilang dari peredaran. Mencari pelanggan baru memang merupakan sebuah tugas penting tetapi menjaga kepercayaan dari konsumen itu faktor utama yang sulit. Jika seorang konsumen sudah percaya atas sebuah produk atau merk, mereka akan semakin loyal.
Dibawah ini ada beberapa tips yang bisa dipakai untuk mendapatkan kepercayaan dari konsumen:

#1. Menjaga Kualitas Produk
Di beberapa kasus yang sering terjadi, pada waktu awal launching produk kepasaran, produk tersebut berkualitas bagus, namun setelah banyak dikenal produk tersebut sering lengah dalam hal quality control nya, sehingga menyebabkan kerugian karena ditinggal pembeli.

#2. Meningkatkan Pelayanan Terhadap Konsumen
Semakin dikenal sebuah produk akan semakin banyak pula mendapatkan konsumen yang 'cerewet' dan kritis. Meningkatkan pelayanan yang baik serta bersahabat akan membuat konsumen merasa nyaman serta merasa dihargai. Pelayanan konsumen ini salah satu kunci dalam persaingan produk antar kompetitor. Walaupun produk sejenis namun pelayanan yang berbeda akan mempengaruhi konsumen dalam memilih tempat berbelanja.

#3. Gambaran Yang Jelas Dari Sebuah Produk
Seing is Believing.
Sebagian konsumen, mereka akan mempercayai sebuah produk setelah melihat bentuk asli dari produk tersebut. Berikan contoh yang jelas berupa sampel atau katalog atau foto yang real jika mendapatkan konsumen jarak jauh. Spesifikasi dan material atau bahan yang digunakan sangat penting bagi seorang konsumen dalam membeli produk.

#4. Gencar Melakukan Promosi
Promosi produk atau brand merupakan salah satu kegiatan dimana Anda tidak hanya mengenalkan produk tetapi juga memberikan pendidikan terhadap konsumen tentang produk tersebut. Gencar berpromosi juga berarti gencar mengedukasi pasar, sehingga konsumen akan mengingat informasi kelebihan produk yang ditawarkan.

#5. Menjalin Komunikasi Yang Intens Dengan Konsumen
Untuk mendapatkan brand awareness atau kemampuan pelanggan dalam mengingat produk, harus intens menjalin komunikasi dengan pelanggan. Komunikasi ini bisa berupa gathering, seminar, memberikan kuis dan gift atau memberitahukan via telpon setiap ada produk yang dikeluarkan. Tugas dari seorang marketer untuk bisa membuat sebuah program dalam membagi cara-cara komunikasi yang intens tersebut.

Demikian sedikit informasi mengenai tips-tips dalam mendapatkan kepercayaan dari konsumen.

16 November 2016

Marketing Itu Membutuhkan Desain, Strategi, dan Empati


Marketing memiliki peran penting dalam menggelindingkankan roda bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan. Peran penting marketing tersebut bagi perusahaan adalah menempatkan suatu produk di pasar untuk mudah di ketahui dan di dapat oleh konsumen.
Dunia Marketing sangat dekat dengan media dan alat promosi yang membutuhkan desain. Sehingga, desain merupakan salah satu ujung tombak dari strategi marketing itu sendiri. Kalau strateginya bagus, tapi desainnya tidak mendukung, maka komunikasi (pesan) produk kepada konsumen kemungkinan akan gagal.
Selain itu, seorang marketer sebelum menjual sebuah produk dan memberikan layanan kepada konsumen harus mampu menampilkan 'menjual' diri nya terlebih dahulu. Disamping itu, marketer juga harus mampu menguasai makro dan mikro ekonomi pasar serta mempunyai empati dalam menjual. Kenapa? ada perbedaan yang mendasar antara seorang sales dengan marketer. Sales menjual produk sebanyak-banyaknya kepada konsumen tanpa memperhatikan atau melihat kepuasan pelanggan, sedangkan marketer akan menjual produk sebanyak-banyaknya dari kepuasan pelanggan.
Marketer juga harus mampu mengantisipasi perubahan dan segera menyesuaikannya, tanggap dengan segala perubahan yang terjadi dipasar akan mampu mempertahankan eksistensi produknya.

Artikel lainnya : Marketing


11 November 2016

Kiat Presentasi Produk Terhadap Pelanggan


Sebuah produk yang ingin diluncurkan ke pasaran atau ingin mendapatkan pelanggan baru, biasanya tim marketing dari perusahaan akan terlebih dahulu mempresentasikannya terhadap konsumen atau calon investor. Sebab apa? produk yang baru diluncurkan tersebut akan lebih cepat dan mudah dikenali dipasaran nantinya. Namun, tidak mudah untuk menjelaskan sebuah produk terhadap konsumen yang tepat sasaran atau sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Ada beberapa kiat-kiat sederhana tapi cukup akurat untuk dikuasai oleh para marketer dalam menjelaskan produk terhadap konsumen. Apa saja?

     1.Menguasai Produk & Memahaminya
Ini hal yang mendasar sebenarnya yang harus diketahui oleh para marketer. Menguasai dan memahami produk yang akan ditawarkan terhadap konsumen atau investornya. Pengetahuan (Product Knowledge) yang mendalam terhadap produk sebenarnya akan membantu marketer sendiri untuk mengembangkan kalimat-kalimat yang akan diucapkan nantinya. Sebab, sebagian besar prilaku konsumen dalam mendengarkan penjelasan / presentasi adalah melihat gesture tubuh dan kalimat-kalimat yang disampaikan marketer. Pembawaan dan pengembangan kalimat yang kaku nantinya biasanya akan membuat konsumen menjadi tidak tertarik sekalipun sebenarnya produk tersebut bagus. Jadi, penguasaan terhadap produk mulai dari kelebihan produk, value yang didapat konsumen nantinya, kekurangan produk itu sendiri, serta hal yang membedakan produk kita dengan kompetitor harus dijelaskan secara gamblang oleh tim marketing.

     2. Pintar Memposisikan Diri
Kepercayaan diri dalam penyampaian penjelasan produk memang sangat diperlukan dalam sebuah presentasi. Tapi terlalu percaya diri serta berlebihan ini juga merupakan sebuah kesalahan besar. Jadi sebaiknya pelajari juga siapa calon konsumen kita.
Ingat, memang dalam menjual berarti mencari keuntungan, tapi dalam presentasi kita cukup hanya fokus pada penjelasan produk. Untuk itu, harus pintar dalam memposisikan diri. Dalam presentasi kita jangan memposisikan diri kita seperti dosen yang sedang memberikan ceramah mata kuliah. Terlalu banyak bicara akan membuat konsumen menjadi tertekan.

     3. Adanya Sesi Tanya-Jawab
Berbicara serta menjelaskan keunggulan sebuah produk adalah inti dari sebuah presentasi produk, Tetapi jika konsumen tidak tahu kapan waktunya mereka untuk berbicara atau bertanya, ini akan menyebabkan presentasi kita berpotensi gagal. Karena, konsumen pun setelah kita memberikan penjelasan pasti mempunyai sebuah pertanyaan terhadap produk, baik itu dari segi kualitas, value buat mereka maupun sebuah perbandingan dengan produk yang sama atau sejenis dengan milik kompetitor. Memberikan kesempatan pada konsumen untuk bertanya akan membuat mereka merasa dihargai.

Demikian...





7 November 2016

Tips Menciptakan Brand Awareness

Dalam dunia usaha, sering dikenal istilah yang namanya Brand Awareness. Istilah ini merupakan salah satu hal terpenting dalam memperkuat sebuah usaha. Karena semakin banyak konsumen yang mengingat merk produknya, maka semakin besar pula intensitas pembelian yang akan mereka lakukan.
Apa yang dimaksud dengan brand awareness?
"Kemampuan pembeli potensial untuk mengenali atau mengingat sebuah merk, dalam hal ini meliputi Nama, Logo atau gambar serta jargon-jargon tertentu yang digunakan oleh produsen dalam mengkampanyekan produknya".
 Brand Awareness itu sendiri dapat dibagi dalam 3 tahapan:
1.) Brand Recognition atau Pengenalan
Ini merupakan tingkatan awal dimana konsumen akan dapat mengingat sebuah nama/merk tersebut dengan membutuhkan alat bantu.
2.) Brand Recall atau Pengulangan
Ini merupakan tingkatan dimana seorang konsumen akan dapat mengingat sebuah merk setelah melakukan pengulangan atau menyebutkan ulang.
3.) Top of Mind atau Tertinggi
Ini merupakan level dimana merk tertentu telah mempengaruhi pikiran konsumen. Sehingga pada tahapan ini, konsumen akan langsung mengingat tanpa harus diulang atau pakai alat bantu/contoh. 

Tetapi untuk dapat mencapai level Top of Mind tidaklah mudah. Dibutuhkan sebuah strategi promosi yang khusus dan continue untuk menanamkan sebuah merk agar kuat dalam ingatan konsumen.
     Berikut ini beberapa tips marketing yang bisa digunakan dalam pencapaian level Top of Mind:
  1. Memastikan nama merk usaha yang dikampanyekan mudah diingat oleh konsumen.
  2. Membuat pesan yang unik dalam peragaan merk yang bisa membedakan antara produk sendiri dengan kompetitor.
  3. Menggunakan slogan atau jargon yang dapat mudah diingat oleh konsumen.
  4. Memilih logo atau simbol yang menggambarkan sebuah usaha atau produk itu sendiri.
  5. Slogan, jargon atau logo yang dipakai dapat menjadi inspirasi bagi konsumen.
Semoga tulisan singkat ini dapat meningkatkan daya tarik merk Anda di mata konsumen.

Trik Mencapai Target Penjualan

Seorang marketing atau sales sebagai ujung tombak dalam sebuah perusahaan akan dibebani sebuah target penjualan oleh manajemen. Target yang dibebankan tersebut harus tercapai, namun kadang kala tidak sedikit yang menemui kegagalan, sehingga akan mendapat teguran, peringatan tertulis, atau punishment oleh perusahaan sebagai konsekuansi profesinya tersebut.
Untuk menghindari kegagalan pencapaian target penjualan tersebut, ada baiknya diterapkan beberapa tips berikut:

1.) Sales Plan | Perencanaan
     Seorang sales harus mempunyai sebuah perencanaan yang tepat dan mempunyai sebuah tujuan yang jelas, seperti:
  • Berapa omset penjualan yang ingin dicapai?
    Tentukan angka nominal yang logis dalam menentukan sebuah omset penjualan, dengan memperhatikan dan menganalisa produk kita sendiri, apakah dapat bersaing dipasaran.
  • Bagaimana cara mencapainya?
    Setelah menentukan angka target, sales wajib membuat sebuah  strategi apa yang harus dilakukan untuk mencapai target tersebut.
  • Dan langkah apa yang harus dilakukan
    Setelah itu, sales harus memikirkan cara langkah apa yang tepat untuk mengimplementasikan strategi-strategi yang sudah dibuat.
2.) Jeli Terhadap Perubahan
     Arus informasi dan perubahan, serta makin ketatnya persaingan membuat seorang sales harus mampu mengetahui perkembangan terkini. Respon yang cepat terhadap informasi yang didapat serta tindakan yang cepat pula akan membuat seorang sales mampu berada beberapa langkah didepan.

3.) Open Minded & Dinamis
     Seorang sales harus mengetahui kemampuannya sendiri serta mempunyai data untuk mengetahui kemampuan kompetitornya. Jika strategi yang ada tidak lagi efektif diterapkan, tidak ada salahnya untuk mempelajari strategi kompetitor yang efektif dan menerapkannya kedalam strategi sendiri, yang tentunya dengan beberapa penyesuaian dalam kondisi produk sendiri.

4.) Kreatif & Inovatif
   Memiliki banyak ide-ide kreatif dan menggunakannya dalam strategi penjualan merupakan salah satu langkah jitu untuk mengangkat penjualan produk. Mampu melakukan terobosan-terobosan yang berani, mengingat tingkat persaingan yang semakin tajam.

5.) Networking | Jaringan
     Posisi seorang sales tidak terlepas dari yang namanya sebuah jaringan. Mampu membangun sebuah jaringan akan memberikan sebuah peluang besar untuk melakukan transaksi. Misalnya bisa dilakukan dengan cara bergabung dengan komunitas-komunitas, aktif di media sosial dan lain-lain.

6.) Disiplin & Profesional
     Seorang sales dituntut harus selalu belajar, baik secara teori maupun berdasarkan pengalaman. Juga mempunyai kemauan yang keras untuk meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi perubahan yang cepat serta selalu fokus secara konsisten dalam menjalani profesinya.

7.) Tidak Cepat Puas Diri
     Ketika seorang sales dapat mencapai target penjualan yang dibebankan kepadanya, maka jangan cepat puas diri, karena seperti yang disebutkan diatas, arus perubahan yang cepat akan membuat sebuah strategi bisa tidak berlaku dibulan berikutnya. Untuk itu, seorang sales harus kembali fokus serta tetap menciptakan prospek pada langkah selanjutnya.