December 5, 2016

Mark Zuckerberg Dalam Keuletan Membangun Facebook


Sejak kecil Mark Zuckerberg sangat suka mengotak-atik komputer mencoba berbagai program komputer dan belajar membuatnya. Sang ayah sendiri membelikan komputer sejak ia berusia delapan tahun. Saat sekolah menengah di Philips Exeter Academy, ia dan rekannya D'Angelo membuat plug-in untuk MP3 player Winamp. Plug-in ini adalah program komputer yang bisa berinteraksi dengan aplikasi host seperti web browser atau email untuk keperluan tertentu. Plug-in yang menghimpun kesukaan orang-orang terhadap berbagai jenis lagu dan kemudian membuat play list nya sesuai selera mereka. Program ini mereka kirimkan ke berbagai perusahaan termasuk AOL (American Online) dan Microsoft. Dan pada tahun terakhirnya di Philips, ia kemudian direkrut oleh Microsoft dan AOL untuk sebuah proyek.

Pada waktu masuk perguruan tinggi di Harvard, Mark menemukan ide untuk membuat buku direktori mahasiswa online karena perguruannya tersebut tidak membagikan buku mahasiswa yang memuat foto-foto dan identitas mahasiswa baru di universitas tersebut. Tapi idenya ini ditolak oleh Harvard karena universitas mempunyai alasan untuk tidak mengumpulkan informasi mahasiswa tersebut. Tetapi ia tidak kekurangan akal, ia membuat sebuah direktori pertamanya CourseMatch yang memungkinkan teman-teman sekelasnya untuk berkomunikasi satu sama lain di website tersebut. Dan pada suatu malam di tahun kedua ia kuliah, Mark menyabot data mahasiswa Harvard dan kemudian memasukkannya kedalam direktori yang diberi nama Facemash. Sejumlah foto-foto mahasiswa ia mampang di website dan kemudian membubuhkan kalimat yang meminta pengunjung untuk menentukan mana dari foto foto tersebut yang paling 'hot'. Hanya dalam tempo waktu empat jam setelah diluncurkan, 450 orang sudah mengunjungi Facemash ini dan tercatat 22.000 foto yang mereka buka. Hal ini mendapat langsung mendapat protes dari pihak kampus yang kemudian memutus jaringan internet.

     Kemudian Mark Zuckerberg pada Februari tahun 2004 meluncurkan sebuah website yang dia beri nama Facebook (www.thefacebook.com), yang merupakan menyempurnaan dari Facemash. Sasarannya tetap sebagai tempat pertemuan sesama mahasiswa Harvard. Kali ini website tersebut disebutkan sebagai alat sosial untuk membantu orang berkomunikasi lebih efisien dengan rekan, keluarga atau teman kerja. Facebook menawarkan navigasi yang mudah bagi penggunanya. Banyaknya aplikasi yang bisa digunakan anggota membuat Facebook digandrungi banyak orang. Tak hanya mahasiswa Harvard yang tertarik, tetapi dari luar kampus sekitarnya pun meminta dimasukan sebagai anggota Facebook. Sehingga dalam tempo 4 bulan, Facebook sudah menjaring 30 kampus, sampai akhir 2004 Facebook sudah digunakan sekitar 1 juta pengguna.
     Makin berkembangnya Facebook, Mark Zuckerberg melihat peluang bisnis yang besar disini, pada Juni 2004 Mark mendapat investasi sebesar US 500.000 dari pendiri PayPal. Kemudian setelah usernya melebihi 1 juta anggota, maka Mark menggandeng Accel Parnert, perusahaan modal ventura untuk membiayai pengembangannya. Modal yang ditanamkan sebesar US 12,7 juta. Pembenahan dilakukan dengan salah satunya mengganti domain sebelumnya www.thefacebook.com menjadi www.facebook.com pada Agustus 2005. Dan jangkauannya pun diperluas menjadi internasional. Setelah sempat mengalami kerugian pada tahun 2005 tersebut, Facebook kemudian mendapatkan dana sebesar US 25 juta dari Greylock Parnerts dan Meditech Capital Parnerts. Dana ini digunakan untuk meluncurkan versi mobile nya.
     Melesatnya bisnis Facebook membuat Mark Zuckerberg yang dilahirkan pada tanggal 14 Mei 1984 di Dobb Ferry, West Chester Country New York ini membuat ia dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai The Youngest 'Self Made' Billionaire on the Planet, Anak muda terkaya di planet ini hasil usaha sendiri tanpa harta kekayaan warisan orang tua.
     Dalam kesehariannya, walaupun ia menjadi jutawan namun kehidupan sederhana tetap dilakoninya. Ia sering berjalan kaki atau naik sepeda kekantor di Palo Alto dan tinggal di apartemen sewaan pada waktu itu.



dari berbagai sumber

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...