31 Januari 2020

Menemukan Sebuah Tribes

Dalam mencari sebuah tribe, kita tidak ingin agar tribe tersebut terlalu sempit. Kalau terlalu sempit maka kita akan kesulitan dalam melakukan scaling-up atau memperbesar bisnis kita.
Misalnya seperti ini: Kita mengincar orang-orang pecinta merek stik golf tertentu. Lihat dulu dan pelajari, seberapa banyak orang yang tertarik dan apakah mereka huge spenders. Kalau iya, maka kita bisa mengincar 'orang-orang pecinta merek stik golf A' yang meskipun jumlahnya tidak banyak, namun memiliki potensi yang besar. Dalam hal ini penekanan kalimatnya lebih ke kata 'orang-orang', itulah yang kita cari, bukan 'market' nya. Ada perbedaan yang signifikan dalam hal ini.
     Secara umum, banyak di antara kita terbiasa dengan metrics tertentu seperti seberapa besar jumlah kompetitor, search engine optimization (SEO), dan lainnya. Kalau pola kita dalam berbisnis mencari sebuah market, maka hal itu sangat relevan, namun dalam sistem Tribes Internet Blueprint, hal tersebut tidak relevan sama sekali.


Kita bisa mencari market apa pun yang kita inginkan selama kita bisa menemukan dan memimpin orang-orang yang ada di dalamnya. Itulah kuncinya Menemukan dan Memimpin.

Dalam sebuah blog post dari Seth Godin berbicara tentang Gerald Roush yang memiliki sebuah tribe Pencinta Ferrari, dan Roush membuat sebuah newsletter eksklusif dengan jumlah subcriber sekitar 5.000 orang dan orang-orang tersebut membayar $130 per subcription setiap tahunnya. Bisa dibayangkan, berapa jumlah nominal yang didapat oleh Gerald Roush? dan ia bahkan melakukannya tanpa sebuah website!.
Kita berada di era informasi yang mana keburukan dari era ini adalah informasi yang ada terlalu banyak (overload), dan kita sangat sulit untuk membedakan informasi mana yang sebetulnya bisa digunakan dan yang tidak. Itulah peran kita nantinya sebagai seorang pemimpin dalam sebuah tribe. Kita yang akan mencari informasi, memilah yang terbaik dan memberikan input yang terbaik pula untuk orang-orang yang ada dalam tribe kita. Jika informasi yang kita berikan akurat dan bisa dipercaya maka pada tahap ini, ketika orang-orang kesulitan dalam menjual maka justru kita mudah mendapatkan konvensi sales yang mengejutkan.
     Lalu, bagaimana caranya untuk mendapatkan tribe yang tepat? Ada beberapa kriteria yang bisa kita gunakan untuk menentukan sebuah tribe, meskipun kriteria ini bukan harga mati tapi lebih tepat sebagai panduan:
  • Apakah jumlah orang yang ada sebagai tribe tersebut besar / kecil? kalau kecil, apakah mereka spenders (boros / royal).
  • Seberapa lebarkah tribe yang kita miliki? Jika kita memilih tribe tentang orang-orang yang peduli kesehatan, akan terlalu besar dan kita akan kesulitan dalam memilih konten terbaik. Namun, tribe untuk orang-orang yang peduli kanker mungkin lebih baik.
  • Apakah kita bisa memberikan update berita-berita terbaru dan menarik bagi mereka?
  • Bagi orang-orang yang terkena hemorrhoids / wasir dan kita ingin membentuk tribenya, mungkin kita akan kesulitan. Mengapa? karena jelas bagi orang-orang seperti ini, mereka hanya ingin cure-nya (penyembuhnya), bukan informasi yang luas tentang wasirnya. Beda halnya dengan pecinta mobil Ferrari. Mereka ingin tahu segala sesuatunya tentang Ferrari. Berbeda bukan?.
Semoga bermanfaat!



Metode Tribes Internet Blueprint

Jika saya harus memulai semuanya dari nol, memiliki modal yang minim, dan tidak ada orang yang bisa dipinjamkan utang, bagaimana caranya saya bisa mendirikan bisnis yang dapat menghasilkan yang tinggi dengan keuntungan yang cukup besar?...

Jawabannya adalah Tribes Internet Blueprint

Kebanyakan dari bisnis yang ada di internet menawarkan cara untuk dapat menghasilkan uang, namun jarang yang mengatakan bagaimana caranya untuk dapat membangun aset bisnis.
Padahal, dalam mengembangkan dan memastikan sebuah bisnis mencapai kesuksesan dalam jangka panjang, Anda harus membangun aset Anda disamping membangun cashflow bisnis.
Contohnya: Ketika Anda membangun bisnis sebagai seorang content publisher dan mengandalkan search engine optimization (SEO) untuk mendatangkan pengunjung ke website. Dalam prosesnya, Google seringkali mengubah algoritma pencarian mereka dan ketika hal itu terjadi, website Anda yang sebelumnya ada dihalaman pertama pencarian Google bisa langsung terlempar dari halaman pertama. Ketika hal itu terjadi, pendapatan Anda yang sebelumnya misalnya $100 perhari, bisa menjadi $0 keesokan harinya.

Di Tribe Internet Blueprint, kita membangun sebuah Aset. Aset tersebut adalah tribe member. Apapun yang terjadi dalam dunia internet, selama kita memiliki cara untuk bisa berkomunikasi dengan mereka dan menyampaikan pesan kepada mereka, bisa dipastikan 100% dapat memiliki sebuah bisnis yang menguntungkan dan dapat bertahan lama.
     Itulah perbedaan mendasar anatara model bisnis tribes ini dengan model bisnis internet pada umumnya. Kita membangun aset dan kita dapat menggunakan aset tersebut untuk mendatangkan cashflow kedalam bisnis kita.
Pertanyaannya, tapi bagaimana kalo bisnis kita bergerak dibidang retail? apakah bisa membuat tribes tersendiri?...
Ada beberapa cara untuk mengembangkannya:

  1. Kita membangun sebuah brand sendiri.
Bisnis pakaian kita mungkin ada merk tersendiri, kita dapat membuat sebuah tribe seperti grup-grup dimana para konsumen bisa dikumpulkan. Kita memberikan update-update dan info terbaru mengenai sebuah produk.

      2. Kita dapat membangun tribes atas demografis market.

Pakaian yang kita jual pasti mempunyai atau berada pada sebuah segmen demografis tertentu. Contohnya, jika menjual pakaian untuk bayi atau anak-anak, target pembeli kita pasti seorang Ibu yang rata-rata usianya di kisaran 25-35 tahun. Kita bisa melakukan riset, apakah minat mereka dan dimana saja mereka berkumpul. Dari riset tersebut, kita bisa ambil kesimpulan dalam membuat sebuah tribe, dimana tribe itu membicarakan mengenai pengetahuan sebagai orang tua, cara merawat bayi dan bahlan bisa membicarakan karier untuk Ibu-ibu muda.

Dalam tribe tersebut, kita memberikan informasi yang bermanfaat kepada mereka dan pada waktu tertentu ketika kita ingin me-launching sebuah produk, maka kita dapat memberikan informasi tersebut kepada mereka.

Itulah powerful-nya ketika kita memiliki sebuah tribes. Untuk mengembangkannya, kita bisa bekerjasama dengan tribes lain yang berada dalam demografis yang sama dengan tribes kita. Bisa saling bertukar promosi, hingga kedua tribes dapat berkembang dengan pesat dan volume penjualan bisa meningkat tajam.

Apakah itu Tribes?...
Seth Godin (Guru Marketing) : Berbicara mengenai sekumpulan orang yang ingin dipimpin dan berkumpul atas dasar sebuah minat yang sama.

30 Januari 2020

White Hat Marketer VS Black Hat Marketer

Dalam dunia internet kita mengenal beberapa istilah yang disebut dengan White Hat atau Black Hat. White Hat marketer adalah para pebisnis online yang meraih penghasilan dengan mengikuti aturan-aturan yang ada. Umumnya, mereka menghasilkan uang dengan rentang waktu yang cukup lama, namun lebih stabil. Sementara Black Hat marketer adalah pebisnis online yangmeraih penghasilan dengan "gaming the system". Mereka bertindak diluar aturan yang ditetapkan dan mendapatkan penghasilan uang dengan banyak dan cepat, namun setelah itu biasanya penghasilan mereka pun cepat hilang karena sudah di-banned.

#Contoh White Hat Marketer

Mereka membuat sebuah website yang akan di monetize dengan menggunakan program Google Adsense (memasang iklan di websitenya) dan bertindak sebagai seorang content publisher. Mereka menulis artikel dengan sangat baik dan mengumpulkan materi yang berkualitas. Melakukan sentuhan SEO dan perlahan untuk menaikkan website rank mereka dihalaman pertama Google yang nantinya akan mendatangkan traffic ke websitenya. Harapan mereka adalah ketika traffic datang, ada iklan disana dan pengunjung website akan mengklik iklan tersebut sehingga menghasilkan uang.
     Google Adsense adalah salah satu program Google yang sangat berguna bagi para content publisher. Dibayar secara CPC (cost per click) yang berarti jika traffic yang datang ke website dan kemudian melihat iklan dari Google lalu meng klik iklan tersebut maka akan menghasilkan uang darinya.

#Contoh Black Hat Marketer

Sama dengan white hat marketer, mereka bertindak sebagai seorang content publisher dan menggunakan program Google Adsense untuk menghasilkan uang. Namun dalam penulisan artikel, mereka kan lebih banyak copy dan paste dari konten milik orang lain, atau mereka menggunakan sebuah software yang ada secara online untuk membuat artikel. Setelah itu mereka meletakkan iklan GA di hampir memenuhi halaman artikel, hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa traffic yang datang akan langsung meng-klik tanpa sempat membaca isi artikel.
Kualitas artikel yang buruk dan iklan yang memenuhi layar / halaman artikel (over the fold) itu melanggar dari Terms of Service (TOS) Google Adsense.
Dan, terkadang banyak juga pemain Black Hat Marketer ini membeli traffic yang murah dan berkualitas rendah untuk mendatangkan pengunjung secara cepat ke website nya.
Mereka pun dengan cepat menghasilkan uang yang banyak bukanlah sesuatu hal yang aneh, namun biasanya mereka hanya menghasilkan uang dalam tempo 1 bulan atau bahkan tidak sama sekali karena akun mereka langsung di-banned oleh Google.






 sumber the internet millionaire

29 Januari 2020

Prinsip Seorang Pemenang

Karakter-karakter seorang pemenang akan membawa seseorang menaiki tangga kesuksesan, sedangkan karakter-karakter negatif akan membawa kedalam kehancuran dan semua berawal dari PIKIRAN.
"Berhati-hatilah dengan pikiran Anda karena ia dapat berubah menjadi kata-kata dalam hidup. Jagalah kata-kata itu karena ia akan menjadi tindakan-tindakan dalam hidup Anda. Berhati-hati jugalah terhadap tindakan Anda karena ia akan lambat laun berubah menjadi kebiasaan-kebiasaan dalam hidup Anda, Dan perhatikanlah kebiasaan itu karena ia akan membentuk karakter diri Anda. Serta perhatikanlah dan jagalah karakter itu, karena ia yang akan selalu membawa Anda kemanapun yang Anda inginkan".


Berikut prinsip-prinsip seorang pemenang dalam kehidupan:

  1. Keyakinan (belief) Anda akan mempengaruhi sikap (attitude) Anda terhadap setiap permasalahan hidup yang dihadapi. Ingat, jika ingin memiliki sikap yang positif, ubahlah terlebih dahulu keyakinan Anda.
  2. "If you believe you can...you can!", Kalimat dahsyat ini mengingatkan kita semua bahwa untuk dapat menjadi seorang pemenang sejati kita harus mempunyai keyakinan yang kuat terhadap diri kita. Hanya ketika kita memiliki keyakinan penuh, baru bisa mengambil tindakan untuk mencapainya.
  3. "We become what we think about", Apapun yang selalu kita pikirkan, pada suatu saat akan menjadi kenyataan. Sebuah pikiran dapat merupakan kunci keberhasilan sekaligus menjadi sebuah kegagalan. Jika kita memberi input secara positif ke dalam pikiran kita, ia akan menjadi kekuatan yang kuat, namun jika kita memberikan input negatif padanya, kita telah membuyarkan semua kesempatan yang ada.
  4. "Focus on positive thinking", Pikiran kita hanya dapat memikirkan satu hal dalam satu waktu, apakah itu positif atau negatif. Kebanyakan orang memikirkan hal positif dan negatif secara bergantian, dan itu membuat pikiran menjadi bingung. Fokuslah pada hal-hal yang positif dan pikirkanlah setiap saat.
  5. "If other people can do it, you can do it too!", Jangan mudah memberikan batasan terhadap diri sendiri, karena batasan yang ada saat ini hanyalah batasan yang ada dalam pikiran dan bersifat sementara. Ubahlah batasan tersebut, kalahkan batasan tersebut dan buatlah batasan baru yang lebih menantang, kemudian tantanglah batasan itu sampai kita berhasil mencapainya, demikian seterusnya. Sikap seperti ini akan membuat kita menjadi lebih bersemangat dalam menghadapi hidup.
  6. Berdayakan kekuatan subconscious mind (pikiran bawah sadar) agar membuat kita lebih percaya diri. Berikan makanan positif kedalamnya dan lakukanlah repetition (pengulangan) agar keyakinan itu dapat berakar dalam diri kita dan menjadi kebiasaan yang positif. Kita dapat setiap saat untuk mengubah pikiran kita, berilah input positif baginya.
  7. Seorang pemenang hanya fokus berkata-kata pada hal yang ingin dicapainya, bukan pada hal yang tidak diinginkannya. Demikian juga untuk selalu mengartikan secara positif makna dari setiap kejadian sehingga kita berpikir untuk mencari solusinya bukan fokus pada permasalahannya.
  8. Apapun realita yang diterima dalam kehidupan ini, terimalah dengan lapang dada. Gunakan semua talenta yang diberikan Tuhan kepada kita, jangan fokus pada kelemahan diri sendiri. Fakta hidup tidaklah berarti banyak, tapi yang lebih penting adalah respon kita terhadap faktalah yang memberikan hasil dalam hidup.
  9. Berhati-hati dalam menggunakan pikiran kita, karena pikiran itu akan berubah menjadi kata-kata yang diucapkan, kata-kata ini akan membentuk keyakinan. Keyakina yang sudah terpatri kuat akan mendorong kita untuk mengambil tindakan, dan tindakan kita tersebut akan berujung pada hasil yang kita capai.
Berpikiran positif tidak berarti Anda selalu akan meraih kesuksesan dalam satu malam. Karena untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan sebuah usaha, komitmen, dan kesabaran.







sumber fight like a tiger win like a champion

28 Januari 2020

Antusias Sales

Sebuah perusahaan pakaian dalam wanita (bra) mengutus seorang salesman nya kesebuah pulau yang didiami oleh suku primitif yang terkenal sebagai suku kanibal.
Betapa kagetnya dia melihat sebagian besar penduduk wanitanya tidak memakai bra. Tanpa pikir panjang, ia langsung angkat kaki dari pulau tersebut. Kemudian ia melapor kepada bosnya:

Salesman  1:" Bos, tidak ada peluang bisnis disana, hampir seluruh penduduk wanitanya tidak menggunakan bra, jadi pasti tidak akan ada yang membeli produk kita disana".

Bos: "Oh ya..?(dengan raut wajah yang kecewa dan kesal), jadi sekarang bagaimana? apakah ada ide untuk mengatasi masalah ini?".
(Mendengar kekesalan bosnya, Salesman kedua angkat bicara)...

Salesman 2:" Bos, bagaimana jika Anda berikan kesempatan kepada saya untuk sekali lagi datang ke pulau tersebut dan melihat keadaan sebenarnya".
(Setelah berpikir agak lama, sang Bos akhirnya mengijinkan salesman kedua berangkat. Setelah 2 minggu berlalu, sang Bos tiba-tiba menerima telepon dari sales yang diutus, dengan nada penuh antusias, salesman berteriak...)

Salesman 2:" Bos, bos..marketnya luar biasa disini!"
Bos:"Bagaimana bisa?..
Salesman 2:" Gila bos, ..disini hampir seluruh wanitanya tidak memakai bra, saya yakin, jika kita jual bra disini pasti akan laku keras".
Bos:" Oke, kalau begitu, saya akan kirim langsung dua kontainer kesitu..".
Salesman 2:" Tapi, masih ada satu permintaan saya bos...saya minta cuti satu minggu lagi ya".
Bos:" Kamu mau ngapain?...".
Salesman 2:" Saya mau cuci-cuci mata dulu disini bos..".
Bos tersenyum sambil menutup teleponnya.

Cara pandang kedua sales ini sangat berbeda. Setiap kejadian dalam hidup ini dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, pandangan positif dan pandangan negatif, optimis dan pesimis.
Jika hati dan jiwa sudah penuh dengan sikap optimis, pikiran (thought) dan perasaan (feeling) akan selalu mengarahkan pada tindakan (action) yang positif, demikian pula sebaliknya.
Dr. Martin Seligman dari University of Pennsylvania menulis sebuah buku luar biasa yang menjelaskan secara gamblang perbedaan antara orang-orang optimis dengan orang-orang pesimis, dan menyimpulkan bahwa ada tiga hal mendasar yang membedakan reaksi antara orang-orang positif dan orang-orang negatif.
#Pertama: Orang optimis melihat setiap kegagalan dan ketidakberuntungan sebagai suatu hal yang bersifat sementara, sedangkan orang yang pesimis akan melihat hal ini sebagai permanen dan merupakan bagian dari takdir hidup yang harus dijalani.

#Kedua: Bahwa orang optimis selalu melihat kesulitan sebagai hal yang bersifat spesifik, dimana orang yang pesimis melihat hal ini sebagai hal yang bersifat umum. Jika ada sebuah kegagalan, orang optimis akan menganggap hal ini sebagai kejadian yang terpisah  dengan hal lain. Sedangkan mental pesimis akan melihatnya sebagai hal yang berkaitan antara satu hal dengan lainnya.

#Ketiga: Jika ada rintangan, orang positif akan menganggap hal ini merupakan sesuatu yang berasal dari faktor eksternal, sedangkan orang-orang pesimis melihat rintangan itu dari sisi faktor internalnya.

Semoga bermanfaat!..







dari berbagai sumber 





25 Januari 2020

Your Success Depends on Your Habits

Kesuksesan Anda Tergantung oleh Kebiasaan Anda...

Seorang anak muda mendengar cerita mengenai kehebatan seorang tua yang sangat ahli membedakan jenis-jenis permata yang harganya sangat mahal. Karena mempunyai cita-cita kelak menjadi ahli permata terkenal di dunia, maka anak muda ini kemudian berusaha agar dapat diterima menjadi murid oleh ahli permata tersebut. Setelah berusaha berkali-kali meyakinkan sang guru, akhirnya ia diterima dengan syarat mematuhi seluruh perintah sang guru. Karena keinginan yang kuat maka anak muda tersebut menerima tawaran sang mahaguru.
Setelah waktu berjalan hampir 5 bulan, anak muda ini mulai bosan, Soalnya, sejak hari pertama belajar, sang guru tidak pernah memberikan pelajaran apapun kepadanya. Ia hanya diberi tugas untuk menggenggam beberapa buah batu permata, dari pagi  sampai sore hari. Hal tersebut dikerjakan setiap hari, selama delapan jam penuh. Menurut sang guru, ritual ini harus dikerjakan hingga bulan keenam. Karena merasa tidak diajari dan tidak perkembangan dalam keahliannya, sang anak muda ini menghadap gurunya dan menceritakan niatnya untuk mengundurkan diri. Dengan tenang sang guru mengangguk tetapi meminta anak muda ini untuk mencoba satu hari lagi.
Keesokan harinya, dan dengan ritual yang sama, tiba-tiba anak muda ini berteriak dan berkata, " Yang satu ini bukan permata asli", Sang guru tersenyum dan berkata, "bagaimana kamu mengetahuinya?", "Saya yakin ini bukan permata asli, karena saya dapat merasakan yang mana yang asli!". Sang guru kemudian berkata, " Selamat, kau telah lulus ujian menjadi seorang ahli permata.".
Selama ini, Anak muda tersebut tidak menyadari bahwa sang guru sedang melatihnya dengan cara yang khusus, bukan dengan menggunakan metode yang sering ia ketahui. Karena terbiasa setiap hari memegang batu permata yang asli, maka ia dapat mengenali batu permata palsu dengan hanya menggenggamnya.

Demikian pula dengan hidup ini, kita dapat mempelajari kesuksesan dengan mempelajari musuh-musuh yang ada dalam diri kita. Musuh yang juga sekaligus bisa menjadi kawan kita adalah kebiasaan-kebiasaan (habits) kita. Sebuah pepatah mengatakan," Ceritakanlah mengenai kebiasaanmu, maka saya akan menyatakan akhir dari perjalananmu".

Orang-orang yang berhasil dalam hidupnya, adalah orang-orang yang membentuk kebiasaan positif, yang mana kebiasaan ini selalu dihindari oleh mereka yang gagal dalam hidup. Habits pada awalnya sering dianggap enteng. Pada awalnya, kita adalah tuan atas kebiasaan-kebiasaan kita namun lama kelamaan, kebiasaan akan menjadi tuan atas diri kita.

Ada tiga cara untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk:
#Pertama, memilih kebiasaan-kebiasaan positif dan kemudian konsisten dalam menjalani kebiasaan tersebut.
#Kedua, Menggunakan teknik substitusi, yaitu mengganti kenikmatan yang diberikan oleh kebiasaan buruk dengan kebiasaan lain yang positif.
#Ketiga, Menggunakan teori pain versus gain, gain (hasil) yaitu menemukan benefit dari tidak melakukan kebiasaan itu lagi dan pain (usaha)  jika melakukan kebiasaan itu.

Dengan menemukan akar dari kenikmatan yang ditimbulkan oleh kebiasaan buruk, kita dapat mencari alasan yang kuat untuk menjauhinya. Buatlah agar alasan ini menjadi motivasi kuat untuk meninggalkan kebiasaan buruk tersebut. Dengan dorongan kuat ini, maka kita bersiap diri untuk mengubah attitude kita dan mulai melakukan tindakan nyata untuk merealisasikannya dan mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan yang buruk.

Semoga bermanfaat!






sumber : fight like a tiger, win like a champion

Pemikir Yang Besar Fokus Pada Hal-Hal Yang Kecil - Detil

Harvey S. Firestone berkata: "Kesuksesan adalah anak dari detil"
Banyak orang pernah menonton kekalahan permainan sepakbola karena salah satu pemainnya tidak memblok sesuai dengan strategi yang dimainkan. Kitapun pernah menonton lawakan yang tidak lucu karena pemilihan waktunya tidak tepat sedetik, atau bahkan kurang dari sedetik. Kita juga gagal menjual karena intonasi menjual yang salah ketika dimintai pesanan.

Perhatikan contoh berikut. Volkswagen adalah salah satu mobil yang paling laku di dunia. Orang-orang mengandalkan VW karena daya tahan dan reliabilitasnya. Ketika perusahaan itu membuat mobil di Amerika Serikat, tidak lama kemudian penjualannya jatuh secara drastis, alasannya satu: perhatian terhadap detil diabaikan. Hal-hal kecil jadi penyebab kesalahan. Pegangan pintu jatuh, koplingnya cacat, AC sering tidak berfungsi dan masalah keamanan menyebabkan beberapa produk ditarik dari pasaran.
Volkswagen kehilangan pangsa yang besar kala itu, bukan karena rencana (besar) dasar mobil itu yang salah, tapi karena instruksi detil mengenai bagaimana merakit mobil itu tidak diikuti sesuai prosedur. Hasilnya, ratusan ribu pembeli mobil mengabaikan VW sampai kredibilitasnya kembali membaik.

     Rencana besar yang dikombinasikan dengan detil akan berhasil ketika kita menjalankan dengan perhatian terhadap hal-hal yang kecil menjadi keharusan. Memberikan perhatian sedikit lebih banyak kepada hal yang kecil akan menghasilkan nilai yang tinggi dalam setiap hal yang dilakukan.
Pemilik sebuah produsen pakaian pernah ditanya oleh salah seorang konsumennya mengapa dia bisa memberikan harga stelan bajunya lebih tinggi 50 sampai 100 persen dari harga kompetitornya. Dia mengambil satu stelan bajunya dari rak dan menunjukkan kepada konsumennya tersebut apa yang tidak dilakukan oleh kompetitornya yang memberikan harga lebih murah. Dia menunjukan kualitas jahitnya, tenunannya, cara stelannya tersebut dijahit, garisnya dan bagaimana kancingnya tersebut dipasang - hal "kecil".
Setelah melihat demontrasinya tersebut, konsumen ini baru paham mengapa harganya lebih tinggi dari produsen yang lain.







berbagai sumber

22 Januari 2020

Ingin Lebih? Apapun Pekerjaan Anda Beri Lebih Banyak Lagi

Seorang dokter kandungan mengatakan kepada seorang temannya mengapa dia menelepon para Ibu yang baru saja melahirkan tidak lama setelah mereka meninggalkan rumah sakit.
"Saya menelepon atas niat baik, karena penanganan Ibu dan bayinya sekarang ada di tangan spesialis lain. Tapi saya tetap menelepon untuk sebuah alasan. Saya ingin Ibu-ibu baru tersebut memberitahu teman-temannya mengenai saya ketika teman-temannya itu hamil."

     Orang yang cerdas dalam penjualan akan menambahkan frosting diatas produk yang mereka jual. Perusahaan komputer yang ingin memperoleh pangsa pasar yang besar menindaklanjuti pasca penjualan untuk memastikan kalau instalasinya Oke. Penjual pakaian yang menelepon pelanggan sekitar sebulan setelah mereka membeli pakaian baru dan menanyakan kepada mereka apakah mereka puas, dan selama berbincang-bincang melalui telepon tersebut, penjual pakaian tersebut memberi tahu pelanggan mengenai beberapa pakaian baru yang mereka produksi.
     Menambahkan frosting berarti memberi lebih banyak dari orang lain harapkan, dimulai dari hal yang sederhana seperti menjawab telepon. Ketika Anda menelepon sebuah perusahaan, seorang karyawan akan menjawab tetapi terkesan seperti, "Saya tidak suka pekerjaan saya, mengapa Anda mengganggu saya? Apa yang Anda mau dengan menelepon ini?. Nada suara seseorang menunjukkan dengan tepat sikap orang yang menjawab dan sikap dari perusahaannya.  Manajer perusahaan yang cerdas tidak akan menempatkan orang yang 'negatif' di depan, seperti operator telepon, resepsionis, kasir penjualan dan penjual tiket. Pelanggan dan klien jarang bertemu dengan direktur atau pimpinan perusahaan, mereka menilai sebuah perusahaan benar atau salah dari cara mereka diperlakukan oleh karyawan yang melayani mereka.

Kata dan kalimat seperti "tolong", "terima kasih" dan "Anda terlihat ceria/terlihat cantik hari ini" adalah frosting gratis yang memperlancar penjualan dan bisnis.
Dan Perusahaan pengiriman paket sekarang tahu bahwa pelayanan yang baik dan ramah adalah alat kompettitif yang terbaik untuk mengalahkan Kantor Pos.








sumber: the magic of thinking succes

21 Januari 2020

The Real Meaning Of Failures

Kegagalan merupakan bagian dari proses kehidupan yang harus dihadapi setiap saat. Kita harus mampu mengubah ketakutan terhadap kegagalan (fear of failure) menjadi kekuatan atas kegagalan (power of failure), karena takut gagal adalah alasan utama yang menyebabkan seseorang untuk tidak mengambil tindakan.
     Thomas Edison, penemu hak paten terbanyak di dunia, pada usia tuanya tidak melihat kebakaran pabriknya sebagai kegagalan yang harus disesali, bahkan dengan semangat ia mengajak keluarga untuk menyaksikan kebakaran gedung kesayangannya tersebut. Keesokan harinya ia mengumpulkan karyawannya dan bertekad dengan semangat penuh untuk membangun kembali gedung yang baru.
     Karena sesungguhnya kegagalan itu adalah...

Pertama, kegagalan merupakan guru yang terbaik.
     Bagi setiap individu bermental positif, kegagalan merupakan perjalanan menuju pintu kesuksesan.
Pada suatu ketika disebuah perusahaan besar dalam acara pergantian pucuk pimpinan tertinggi (CEO), Yunior yang akan menggantikan CEO senior bertanya: " Saya ingin bertanya tentang hal utama yang menjadi kunci kesuksesan Anda?". CEO tua ini menjawab dengan bijaksana "Anak muda, saya dapat merangkum jawabannya dengan hanya dua kata: Good Decisions (keputusan-keputusan yang baik). Lalu sang junior kembali bertanya, "Tapi bagaimana Anda dapat memiliki kemampuan untuk memutuskan setiap hal dengan benar?". Senior menjawab, "satu kata...Experiences (pengalaman)". Tidak puas dengan jawaban tersebut, yunior kembali mengajukan pertanyaan, "Tetapi bagaimana Anda mendapatkan pengalaman yang membuat Anda dapat mengambil keputusan yang tepat?". CEO Senior ini terdiam sejenak, kemudian tersenyum lalu menjawab," Jawabannya saya simpulkan dalam dua kata Bad Decisions (keputusan-keputusan yang buruk).

Kedua, Kegagalan akan membuat Anda mengubah tindakan.
     Ketika seseorang menghadapi kesuksesan, ia cenderung bersuka cita dan berpesta, tetapi ketika gagal ia cenderung menghabiskan waktu untuk berpikir dan mencari tahu hal apa yang harus diperbaiki. Ada pepatah mengatakan bahwa defenisi dari orang yang salah kaprah adalah orang yang melakukan hal yang sama terus menerus tetapi menginginkan hasil yang berbeda. Cara yang sama akan mengakibatkan hasil yang sama pula, ingin hasil yang berbeda ubah cara.

Ketiga, Kegagalan adalah tantangan yang akan membuat lebih kuat.
     Salah satu keajaiban alam yang indah terdapat disepanjang laut sebelah Utara Australia yang memanjang hingga ke Papua Nugini, namanya Great Barrier Reef yang panjangnya lebih dari 2.000 Kilometer. Hal menarik dari susunan batu karang adalah adanya dua sisi yang berbeda. Sisi dalam menghadap ke Laguna yang tenang sedangkan sisi luar harus menghadap ke laut, yang dihantam ombak bertubi-tubi. Hal yang menarik perhatian wisatawan adalah mengapa sisi dalam batu karangnya kelihatan pucat seperti tidak hidup, sedangkan bagian sisi luar yang menghadap ke laut karangnya berwarna-warni dengan warna yang indah dan hidup. Penjelasannya adalah, sisi luar karang selalu ditempa oleh ombak yang dahsyat yang mengakibatkan karang-karangnya seperti berusaha mempertahankan diri dan bertambah kuat. Sedangkan bagian sisi dalamnya tidak mendapat tantangan sehingga mereka lemah, tidak berdaya dan kebanyakan karang-karang itu mati lebih cepat.
     Perjalanan hidup manusia tidak terlepas dari tantangan-tantangan yang sering kali membuat putus asa dan rasa kesal. Namun sesungguhnya, tantangan demi tantangan itu akan mendidik karakter manusia positif lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Karena sesungguhnya, kesuksesan pada hakikatnya diukur dari seberapa banyak rintangan dan tantangan yang di hadapi.

20 Januari 2020

Bekerja Pintar atau Bekerja Keras?

Seringkali orang melihat cerita sukses dari seseorang dan ingin menjadi seperti orang tersebut. Misalnya Mark Zuckerberg, founding Facebook yang menjadi Billionaire diwaktu usia muda. Ingin menjadi seperti Mark Zuckerberg? sure, saya juga ingin, tidak ada yang salah dengan hal itu. Tetapi kitapun tahu bahwa untuk mencapai hal tersebut, Mark "mengorbankan" masa mudanya, dimana ketika teman-teman mereka pergi berpesta, dia berjuang didepan komputernya untuk menuliskan 'coding' baru untuk mengembangkan Facebook, baca ulasan tentang Mark ini di artikel:

Mark Zuckerberg Dalam Keuletan Membangun Facebook 


     Tetapi ada pendapat yang mengatakan: "Bekerja Pintar lebih baik dari pada Bekerja Keras", Tentu. Seberapa banyak yang bisa sukses dari hanya bekerja pintar? 1%, 50% ?...
Saya tidak memungkiri bahwa ada beberapa orang yang terlahir berbakat dan sangat cerdas hingga mereka bisa sukses dengan cepat. Kalau Anda salah satu dari mereka, Anda sangat beruntung!. tetapi jika Anda adalah seperti saya dan kebanyakan orang lainnya yang biasa-biasa saja, percayalah bahwa "Ketekunan mengalahkan Kepintaran!"

Dalam hal ini, saya ingin membahas sebuah mindset yang harus dimiliki untuk menjadi sukses:

#1. KETEKUNAN

     Ketika kita mencoba menjual sebuah produk dan gagal, kita perlu tekun untuk mencobanya lagi entah dengan produk yang lain atau mengubah cara dalam penjualan (inovasi). Ketika kita tergoda untuk bermalas-malasan di depan TV, kita perlu tekun untuk menyemangati diri kita dan mengingatkan diri akan sebuah impian, agar segera kembali ke laptop atau komputer untuk melanjutkan pekerjaan.

#2. FOKUS

     Banyak yang terjadi dalam bisnis dunia online bertindak seperti kutu loncat, maksudnya adalah orang yang tergiur dengan berbagai janji menjadi kaya di bisnis online dengan mudah lalu meninggalkan apa yang baru saja ia pelajari dan bahkan belum sempat dipraktekkan.
Seperti yang pernah saya bahas dalam artikel sebelumnya, apapun yang Anda pilih untuk dilakukan dalam dunia online, akan pasti bisa berhasil jika kita bisa Fokus!.
Misalnya..
Anda suka dengan Facebook dan Anda cukup menguasai Facebook. Disini, ambilah keputusan bahwa Anda ingin menghasilkan uang dengan Facebook. Setelah mengambil keputusan tersebut, maka fokuslah dengan hal-hal yang berhubungan dengan Facebook. Contohnya bisa belajar bagaimana mengoptimalkan fanpage, bagaimana cara memasang iklan di Facebook yang efektif, dll. Ambil waktu dan fokuskan perhatian disini dan gunakan ketekunan dalam mencoba berbagai hal di Facebook sampai Anda berhasil menghasilkan uang disitu.

Jadi Bekerja Pintar atau Bekerja Keras?..Anda yang tahu mana jawabannya.

19 Januari 2020

Seberapa Tinggi Kamu Dapat Melompat?

Dalam sebuah percobaan, dimasukkanlah seekor kutu kedalam sebuah toples. Pada awalnya, kutu tersebut berusaha melompat keluar sekuat tenaga, setinggi dan sesering mungkin. Setelah keluar dari toples, peneliti memasukkannya kembali ke dalam toples yang tertutup. Kutu tetap berusaha melompat keluar dari toples, namun apa daya setiap usahanya selalu terbentur tutup toples. Semakin sering ia mencoba melompat keluar, semakin sering pula ia membentur tutup toples, semakin kuat lompatannya, semakin terasa sakit kepalanya., dan pada akhirnya semakin kuat pula keyakinannya bahwa ia tidak akan bisa keluar. Kemudian, tutup toples dibuka, sang kutu masih mencoba untuk melompat tetapi lompatannya sudah tidak tinggi, hanya sampai ujung toples, Ia tetap tidak bisa keluar. Ini yang dinamakan self-limiting belief (Keyakinan yang membelenggu diri). Padahal jika kutu tersebut melompat kencang dan tinggi seperti pertama kali, ia pasti bisa keluar dari toples.
     Kesimpulannya, begitu si kutu mengkondisikan dirinya untuk melompat hanya setinggi, hasilnya bisa ditebak. Pikiran bawah sadarnya menerima informasi dari pikiran sadarnya untuk melompat hanya sebatas tinggi toples saja karena jika lebih hasilnya akan sama.

Dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan manusia melakukan hal yang sama. Mereka hidup dengan "membatasi" diri dan tidak pernah mencapai potensi maksimalnya. Sama seperti kutu tadi, mereka menganggap bahwa apa yang selama ini dilakukan dalam hidup adalah sesuatu yang telah maksimal yang dapat mereka lakukan. Tidak ada pencapaian yang lebih besar dan lebih hebat lagi dari apa yang telah mereka peroleh selama ini. Mereka merasa sudah bekerja secara maksimal, berpikir sudah maksimal dan merasa sudah mendapatkan "bayaran" secara maksimal sesuai dengan apa yang mereka selama ini. Padahal sesungguhnya, bisa jadi mereka telah berada didalam "toples" selama bertahun-tahun, sehebat apapun kerja yang mereka lakukan, hasilnya hanya sampai pada tutup toples dan tidak menyadari hal ini.
Jika kita, Anda dan Saya merasa telah menjadi bagian dari mereka, mulai saat ini mari kuatkan tekad untuk melompat keluar dari "toples" kehidupan. Kembangkan potensi diri!.








Sumber the power of belief

Hidupkan Impian Sukses

Orang sukses tidak memandang keluarga, pekerjaan, kesehatan, atau kekayaan bersih seperti apa adanya. Mereka melampaui orang lain dan melakukan satu hal sederhana namun mendalam.
Mereka mengartikan kehidupan akan menjadi seperti apa setelah mereka berupaya dengan gigih, cerdas, dan mengatakan pada diri sendiri "Saya Akan Berhasil!".
     Setiap orang memiliki dua jenis visual: Mata dan Pikiran. Mata untuk melihat benda-benda disekeliling kita. Mata membentuk gambaran, mata itu fisik. Visualisasi pikiran berbeda dari penglihatan. Visual pikiran adalah kemampuan untuk melihat bukan apa yang ada saat ini namun apa yang bisa terjadi ketika kecerdasan manusia diterapkan. Visualisasi pikiran adalah kekuatan masa depan. Sementara penglihatan semata-mata fisik dan hanya melihat realitas.
     Penglihatan setiap orang cenderung tidak banyak berbeda. Pada usia muda, anak-anak menggunakan mata, bisa membedakan benda dengan jelas, namun visualisasi pikiran atau gambaran mental atas apa yang belum nyata atau tampak sangat berlainan pada tiap orang. Mayoritas orang "melihat" masa depan yang penuh masalah, baik itu dalam pekerjaan, bidang sosial dan dalam rumah tangga, mereka hanya "melihat" suatu eksistensi yang biasa, membosankan, dan gangguan masalah.
Sedangkan pemimpi yang memiliki pikiran untuk sukses melihat masa depan itu merupakan sebuah tantangan. Mereka melihat pekerjaan sebagai jalan menuju kemajuan, kehormatan, dan penghargaan. Pemimpi yang kreatif melihat hubungan sosial sebagai sesuatu relasi penyemangat, menstimulasi dan menyenangkan. Mereka memilih untuk menghidupkan mimpi tentang kehidupan yang baik dan hebat.