January 28, 2020

Antusias Sales

Sebuah perusahaan pakaian dalam wanita (bra) mengutus seorang salesman nya kesebuah pulau yang didiami oleh suku primitif yang terkenal sebagai suku kanibal.
Betapa kagetnya dia melihat sebagian besar penduduk wanitanya tidak memakai bra. Tanpa pikir panjang, ia langsung angkat kaki dari pulau tersebut. Kemudian ia melapor kepada bosnya:

Salesman  1:" Bos, tidak ada peluang bisnis disana, hampir seluruh penduduk wanitanya tidak menggunakan bra, jadi pasti tidak akan ada yang membeli produk kita disana".

Bos: "Oh ya..?(dengan raut wajah yang kecewa dan kesal), jadi sekarang bagaimana? apakah ada ide untuk mengatasi masalah ini?".
(Mendengar kekesalan bosnya, Salesman kedua angkat bicara)...

Salesman 2:" Bos, bagaimana jika Anda berikan kesempatan kepada saya untuk sekali lagi datang ke pulau tersebut dan melihat keadaan sebenarnya".
(Setelah berpikir agak lama, sang Bos akhirnya mengijinkan salesman kedua berangkat. Setelah 2 minggu berlalu, sang Bos tiba-tiba menerima telepon dari sales yang diutus, dengan nada penuh antusias, salesman berteriak...)

Salesman 2:" Bos, bos..marketnya luar biasa disini!"
Bos:"Bagaimana bisa?..
Salesman 2:" Gila bos, ..disini hampir seluruh wanitanya tidak memakai bra, saya yakin, jika kita jual bra disini pasti akan laku keras".
Bos:" Oke, kalau begitu, saya akan kirim langsung dua kontainer kesitu..".
Salesman 2:" Tapi, masih ada satu permintaan saya bos...saya minta cuti satu minggu lagi ya".
Bos:" Kamu mau ngapain?...".
Salesman 2:" Saya mau cuci-cuci mata dulu disini bos..".
Bos tersenyum sambil menutup teleponnya.

Cara pandang kedua sales ini sangat berbeda. Setiap kejadian dalam hidup ini dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, pandangan positif dan pandangan negatif, optimis dan pesimis.
Jika hati dan jiwa sudah penuh dengan sikap optimis, pikiran (thought) dan perasaan (feeling) akan selalu mengarahkan pada tindakan (action) yang positif, demikian pula sebaliknya.
Dr. Martin Seligman dari University of Pennsylvania menulis sebuah buku luar biasa yang menjelaskan secara gamblang perbedaan antara orang-orang optimis dengan orang-orang pesimis, dan menyimpulkan bahwa ada tiga hal mendasar yang membedakan reaksi antara orang-orang positif dan orang-orang negatif.
#Pertama: Orang optimis melihat setiap kegagalan dan ketidakberuntungan sebagai suatu hal yang bersifat sementara, sedangkan orang yang pesimis akan melihat hal ini sebagai permanen dan merupakan bagian dari takdir hidup yang harus dijalani.

#Kedua: Bahwa orang optimis selalu melihat kesulitan sebagai hal yang bersifat spesifik, dimana orang yang pesimis melihat hal ini sebagai hal yang bersifat umum. Jika ada sebuah kegagalan, orang optimis akan menganggap hal ini sebagai kejadian yang terpisah  dengan hal lain. Sedangkan mental pesimis akan melihatnya sebagai hal yang berkaitan antara satu hal dengan lainnya.

#Ketiga: Jika ada rintangan, orang positif akan menganggap hal ini merupakan sesuatu yang berasal dari faktor eksternal, sedangkan orang-orang pesimis melihat rintangan itu dari sisi faktor internalnya.

Semoga bermanfaat!..







dari berbagai sumber 





No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...