February 13, 2020

Content Curation Bolehkah?

Untuk memelihara dan mengembangkan sebuah tribe - komunitas, kita pasti memerlukan konten untuk diberikan kepada tribe member kita. Namun, jikalau kita memilih sebuah tribe dimana kita tidak paham sama sekali akan tribe tersebut, maka dipastikan akan kesulitan dalam memberikan konten. Jika kita harus mempelajari segala sesuatu mengenai tribe tersebut dan menjadi ahli sebelum mengembangkannya, maka bisa dipastikan akan kehabisan banyak waktu dan mungkin akan membuat malas.

Jadi bagaimana strategi kita untuk membuat sebuah konten dan kita tetap dipandang sebagai seorang expert dalam tribe tersebut?

Jawabannya adalah Content Curation

Content Curation adalah sebuah proses untuk menyortir banyak konten yang ada di internet, memilih yang terbaik, dan mempresentasikannya dengan cara yang menarik kepada orang lain, dalam hal ini tribe member kita. Proses ini meliputi pencarian, penyortiran, pengaturan, dan publikasi informasi. Seorang kreator konten memilih secara ketat informasi yang terbaik, yang terpenting dan paling relevan untuk dibagikan kepada komunitas mereka.


Kuncinya adalah curation harus dilakukan oleh manusia, bukan mesin atau robot. Ini adalah kunci yang tidak dapat tergantikan dan menjadi hal terpenting yang membedakan antara curation (yang dilakukan manusia) dengan autoblog (aggregation) yang dilakukan oleh mesin.

Pertanyaannya Apakah Curation = Plagiat? dipastikan 100% legal!
Banyak yang merasa khawatir dengan konsep content curation ini. Seringkali muncul pertanyaan apakah hal ini legal atau boleh dilakukan? sebab yang kita lakukan adalah melihat hasil karya orang lain, melakukan filter, dan menambahkan insights pribadi untuk menjadikannya sebagai konten milik kita sendiri.
Seperti halnya dengan penulisan sebuah buku yang pada halaman terakhir kita akan melihat referensi penulisan dan daftar pustaka tentang sumber materi pengarang dalam menuangkan ide-ide atau karyanya, di dalam content curation kita melakukan hal yang sama namun sumber materi berdasarkan media online. Tetapi perlu diingat, tidak diperbolehkan  melakukan plagiat dalam hal mengambil sumber materi seutuhnya 100%. Dalam content curation, kita akan selalu melakukan quotes terhadap sumber materi dan memberikan link balik pada sumber yang kita ambil.

Lain halnya dengan auto blogging, jika dalam content curation , kita sebagai filter untuk memberikan konten terbaik bagi pengunjung website, sementara autoblog tidak peduli apakah konten yang diberikan berkualitas bagi pembaca. Disini perbedaan besar terjadi dimata Google maupun pengunjung website nantinya. Namun, bukan berarti saya tidak mendukung terjadinya otomatisasi, tetapi kita harus melihat bahwa ada bagian-bagian tertentu di dalam proses curation, dimana otomatisasi bisa bekerja, yang dilakukan dalam content curation adalah otomatisasi dalam hal mendapatkan materi konten-konten terbaru untuk di curate.






No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...