February 8, 2020

Menerima Resiko Adalah Bahan Dasar Kesuksesan

Rasa percaya diri seseoraang sangat bisa diukur dari keinginannya untuk mengambil resiko. Ketakutan sangat bisa tercermin dari tingkat seseorang mencari cara untuk menghindari resiko. Pepatah yang mengatakan "tidak ada petualangan, tidak ada keuntungan" akan selalu benar!. Resiko kemungkinan gagal sama pentingnya dengan sebuah keberhasilan.

Bayangkan apa yang akan terjadi jika semua orang memutuskan untuk menjalani hidup dengan bebas resiko:

  • Tidak akan petani yang akan menanam bibit karena hama, atau bisa jadi curah hujan yang tinggi atau rendah, atau bisa juga karena harga pasar panen yang anjlok.
  • Tidak akan ada yang memulai bisnis karena kompetesi dan persaingan yang bisa menyebabkan bisnis menjadi bangkrut atau gagal.
  • Tidak akan ada investor yang menanam modalnya karena bisa mengakibatkan macetnya sebuah usaha.
Supaya benar-benar aman, orang-orang tidak akan ada yang menyimpan uang di Bank karena setiap saat bisa bangkrut. Orang tidak akan mau membawa kendaraan karena bisa mengakibatkan kecelakaan. Untuk menghindari resiko sepenuhnya, tidak ada orang yang akan melamar pekerjaan karena lamarannya bisa ditolak.

Cara kita menanggapi kegagalan adalah kuncinya. Kadang-kadang kita semua ingin menyerah. Dan kalau tidak hati-hati akhirnya memang menyerah. Tekanan dari rekan kerja untuk menyerah bisa sangat kuat.

Poin-nya: Orang dengan orientasi kesuksesan mengambil resiko dan terkadang resiko menjadi sebuah kegagalan. 37% millioner saat ini bangkrut setelah mengumpulkan kekayaan. Tetapi mereka selalu bangkit dan kembali menang. Tidak ada investor yang selalu 'benar'. Orang yang membangun pusat perbelanjaan, properti juga terkadang merugi.

No comments:

Post a Comment

Silahkan Komentar Disini...